Tiga organisasi pendiri Partai Golkar—MKGR, Kosgoro 1957, dan SOKSI—sedang mencari calon Ketua Umum baru untuk menggantikan Airlangga Hartarto. Dalam proses suksesi ini, terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di masa depan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Jokowi belum pernah menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan Golkar. Namun, Bahlil menekankan bahwa partainya terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung, termasuk Jokowi. Ia juga menambahkan bahwa kader Golkar yang ingin maju harus memiliki jaringan yang luas dan pengalaman yang memadai.
Meskipun demikian, Bahlil menegaskan bahwa saat ini belum ada pembicaraan resmi mengenai masuknya Jokowi atau Gibran ke dalam Golkar. Ia juga menyampaikan bahwa Gibran, yang baru saja dilantik sebagai Wakil Presiden, belum menunjukkan minat untuk bergabung dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sementara itu, MKGR, Kosgoro 1957, dan SOKSI terus mencari calon Ketua Umum baru yang dapat memimpin Golkar ke depan. Proses pencarian ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa partai lebih maju dan berkontribusi positif bagi bangsa.
