Faktual.id
EKONOMIPOLITIK

Saat Gojek Diambil Alih dan Export Jadi 1 Pintu

Oleh : William Win Yang – Business Strategist – Best Selling Business Author

Semingguan ini kita disuguhkan tontonan menarik. Dari Nadiem yang dituduh korupsi, dengan tuntutan ganti rugi 5T, yang kebetulan sejumlah dengan saham GOJEK Miliknya, dan rencana pemerintah menerapkan export komoditas 1 pintu, dibawah DANANTARA SUMBERDAYA INDONESIA (supaya ga kepanjangan kita singkat aja DAMN) yang narativenya adalah demi efisiensi dan mencegah kebocoran anggaran.

GOJEK

Menarik sekali, negara kita yang sedang krisis anggaran tetiba mengambil alih satu company yang engap-engapan laporan keuangannya, dan sahamnya tak jauh dari GO-CAP. Untuk apa? Untuk memastikan bagi hasil 8%? Kan itu tidak perlu take over, cukup buat kepres atau UU. Jadi untuk apa? Apa yang bisa kita manfaatkan jika saham pengendali GoJek kita kuasai? Well, saya ada beberapa skenario.

Jika aku jadi pemerintah dan menguasai saham GOJEK, maka aku bisa menggunakannya untuk :

  1. Mengidentifikasi driver-driver yang potensial untuk dijadikan intel atau agen lapangan
  2. Driver – driver khusus ini bisa saya berdayakan sebagai gestapo untuk melakukan penyiraman air keras atau intimidasi terhadap orang yang mengganggu
  3. Atau bisa juga digunakan untuk menanam bukti narkoba di rumah pelaku, kemudian memerintahkan tim gegana untuk melakukan penggerebekan
  4. Armada ajaib ini juga bisa digunakan untuk mengintimidasi saksi agar membuat saksi memberikan keterangan yang kita inginkan
  5. Dengan kekuatan internet dan GPS dan besarnya armada GoJek, kita bisa dengan mudah menggerakan anggota-anggota khusus yang dekat dengan sasaran
  6. Jike terjadi tuntutan seperti kasus tentara kemarin, maka si oknum Gojek bisa diperintahkan untuk mengaku menyerang karena kesal atas postingan pelaku, atau wajahnya mirip dengan orang yang sudah melecehkan istrinya dulu (clean and clear, tanpa melibatkan tentara atau pejabat resmi)
  7. Sebagai kompensasi bagi oknum yang tertangkap bisa diberikan sejumlah uang dalam bentuk emoney Gopay berjumlah banyak
  8. Untuk melindungi kerahasiaan, kita memodifikasi software pusat yang memungkinkan kita menyembunyikan jejak transaksi. Baik kita sendiri ataupun di rekening si pelaku.
  9. Dengan software yang di modifikasi itu, bisa kita gunakan untuk menghilangkan jejak perintah yang kita kirimkan.
  10. Kalau sampai ada yang berani bongkar rahasia, bisa saja tiba-tiba dia meninggal karena berkelahi dengan sesama pengemudi GOJEK… (who knows?).
  11. Armada Gojek yang sedemikian besar ini, bisa kita gunakan untuk kebutuhan kampanye politik. Baik untuk sekedar meramaikan panggung dengan janji reward, atau menyeret orang untuk ikut hadir (maksudnya meyakinkan orang)
  12. Pokoknya ada…

Wow, tetiba investasi GOJEK menjadi investasi yang sangat menguntungkan. Sekarang bagaimana caranya supaya menguasai saham gojek mayoritas? Rampas saham Nadiem? Beli murah dibawah ancaman pemegang saham-saham besar? Kalau mereka terlalu kuat beli dengan ancaman harga akan terus jatuh? Atau mungkin ada ide kreatif lainnya?

DANANTARA SUMBERDAYA INDONESIA (DAMN)

Nah kalau seluruh export komoditas lewat 1 pintu jelas ini potensi cuan. Jadi apa yang saya lakukan kalau saya mengendalikan DAMN?

  1. Karena semua export komoditas seperti emas, nikel, sawit, timah, batubara, dan lain-lain harus lewat saya, pertama – tama saya akan matikan semua kuota export, kemudian buat mereka semua mengemis belas kasihan pada saya. Dengan demikian, saya berpotensi dapat upeti-upeti besar.
  2. Karena semua export komoditas harus lewat saya, saya bisa dapat kontak buyer-buyer luar yang selama ini disembunyikan oleh bos-bos tambang dan sawit. Jadi seandainya saya merampas tambang atau kebon mereka, saya tidak usah takut tidak bisa jual
  3. Karena semua export komoditas harus lewat saya, para pembeli mau tak mau harus lewat saya, sekali lagi saya tidak takut tidak punya buyer. Semua tambang-tambang saya akan saya utamakan, sementara yang lain saya potong kuotanya sampai engap-engapan, kemudian saya dapat beli murah. Dan ini sangat menguntungkan sekali
  4. Karena semua export komoditas harus lewat saya, saya akan dapat tekan harga produsen serendah – rendahnya, kemudian saya jual setinggi-tingginya pada pembeli. Cara dagang macam ini pernah sukses jaman kompeni dulu dan melalui BPPC jaman bapaknya Tommy Soeharto berkuasa. Namun dulu beliau hanya ngangkangi cengkeh, tapi ini segalanya hahahahah.
  5. Karena semua export komoditas harus lewat saya, maka saat menjelang pemilu saya bisa meminta semua bos komoditas itu setor ke saya atau saya buat hidupnya susah.
  6. Karena semua export komoditas harus lewat saya, siapapun yang berani mendukung oposisi, akan saya gencet keran exportnya biar ga bisa makan lagi. Kalau masih bertahan, saya buat peraturan wajib operasi atau memperkerjakan sejumlah orang karyawan, atas nama penyediaan lapangan pekerjaan, sampai mereka engap dan dapat saya beli murah. Kalau mereka masih bertahan juga, berarti ada korupsi. Ada kong kalikong di kalangan bawah. Tinggal di tangkap dengan tuduhan merugikan negara 1000T.
  7. Karena semua export komoditas harus lewat saya, saya bisa minta suap pada pembeli, tidak hanya penjual. Kalau tidak mereka tidak akan dapat barang.
  8. Kalau ada yang berani berisik dan bikin pesta babi lagi… yaaa tinggal suruh GOJEK siram air keras (ups)
  9. Dan lain sebagainya…. Pokoknya ada!

DAMN… it’s so delicious…

Yaaah rasanya pemerintah kita yang berhati mulia berjuang demi bangsa dan negara ini ga mungkinlah melakukan hal itu. Ini kan hanya contoh potensi yang bisa di garap.

Related posts

Di Makassar Lautan Manusia Penuhi Jalan Sehat Capres Ganjar Pranowo

Tim Kontributor

Pernyataan Hasto Mengenai Pertemuan Gibran-Prabowo : “Pak Jokowi Tak Terlibat”.

Tim Kontributor

Nobar Dirty Vote Dibatalkan, Pasca Penyelenggara Didatangi Intel

Tim Kontributor