Faktual.id
RAGAM INFO

Fasilitas Pendukung Stadion Eks PON Terbengkalai

Fasilitas pendukung Stadion Utama Riau yang ada di Pekanbaru terbengkalai dan tak terawat. Pemprov Riau menyebut fasilitas pendukung stadion peninggalan PON Riau itu tak terawat karena ada sengketa lahan.
“Untuk fasilitas pendukung, seperti yang selalu ramai itu tenda ceper. Selalu kami awasi sama Satpol PP karena itu lahan sengketa. Ada gugatan dari orang yang mengaku pemilik tanah ke pemerintah, ya masih proses hukum,” ucap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Bobi Rahmat, kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Dia mengatakan sengketa itu membuat Pemprov Riau sulit melakukan penertiban lokasi. Bobi menyebut fasilitas pendukung Stadion Utama Riau itu banyak digunakan warga untuk berolahraga.

“Stadion dan seisinya itu sudah punya kita, Pemprov Riau karena tidak ada sengketa. Namun fasilitas pendukung yang tidak ada sengketa juga aktif digunakan masyarakat untuk berolahraga sore hari,” katanya.

Bobi menyebut stadion peninggalan PON tersebut selalu dirawat. Dia mengatakan ada tim sepakbola yang berlatih secara rutin di stadion itu.

“Stadion itu masih tetap dalam perawatan. Tapi memang karena COVID-19 kita fokus pemulihan itulah dulu,” ucap Bobi.

“Jadi ada tim sepakbola di sana latihan, di dalam stadion tetap fungsional. Tidak ada masalah karena semua kita rawat,” imbuh Bobi.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan detikcom pada Rabu (6/10) tampak kawasan sekitar stadion utama yang berada di Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, itu terlihat tak diurus. Pedagang terlihat berada di sepanjang jalan menuju stadion utama jika masuk dari arah Jalan Soekarno-Hatta.

Setiba di pintu gerbang Songket Stadion Utama, terlihat tembok dicoret-coret. Sampah juga berserakan di sekitar pintu masuk menuju stadion dan tugu Perahu Lancang Kuning.

“Tidak ada yang merawat, kalau mau ini bersih ya pedagang lah yang bersihkan,” terang seorang pedagang, Anto.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Lulung Baik dengan Ahok dan Belum Sempat Besuk Rizieq Shihab

Tim Kontributor

Heboh Kos Kosan 2 Tingkat,8 Kamar Dijual Rp 500 Jutaan

Tim Kontributor

MENANAM TANAMAN BUAH DI GUNUNG

Tim Kontributor

Leave a Comment