Faktual.id
RAGAM INFO

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali perkasa pada perdagangan pasar hari ini, Rabu (16/3/2022), di mana mayoritas mata uang di Asia juga menguat terhadap dolar AS.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat sebanyak 0,28% ke Rp 14.285/US$. Pada pukul 11:00 WIB rupiah terkikis penguatannya menjadi 0,07% ke Rp 14.315/US$.

Artinya, rupiah berhasil menguat selama dua hari beruntun, walaupun kemarin sempat menguat tipis di pembukaan perdagangan.

Indeks dolar AS sedang melemah di pasar spot, terpantau sebanyak 0,23% ke level 98,873. Indeks dolar AS mengukur pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang dunia seperti euro, yen Jepang, poundsterling, dolar Kanada, dolar franc swiss, dan krona Norwegia.

Sudah dua pekan ini indeks dolar AS bergerak fluktuatif, mengindikasikan adanya volatilitas yang besar.

Dari Negeri Paman Sam, Departemen Tenaga Kerja melaporkan adanya kenaikan pada Indeks Harga Produsen di Februari karena harga bahan bakar melonjak dan potensi kenaikan harga komoditas lain imbas perang di Eropa Timur. Hal tersebut menjadi bukti bahwa inflasi akan tetap tinggi hingga bulan-bulan mendatang.

Indeks Harga Produsen naik 0,8% di Februari, setelah sempat naik 1,2% pada bulan sebelumnya. Harga barang melonjak 2,4% dan menjadi kenaikan harga yang terbesar sejak Desember 2009. Harga bahan bakar melonjak 3% dan harga pangan naik 1,9% di Januari. Dengan begitu, Indeks Harga Produsen secara tahunan telah melonjak 10%.

Sementara itu, rilis data ekonomi dari dalam negeri yang solid mendorong performa Mata Uang Tanah Air menjadi menguat di pasar spot.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan RI surplus, di mana nilai ekspor Indonesia di Februari naik 6,73% senilai US$ 20,46 miliar. Nilai impor Indonesia di Februari mencapai US$ 16,64 miliar atau turun 8,64% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 3,82 miliar.

Di Asia, rupiah berhasil menjadi juara kelima, di mana mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan China memimpin penguatan mata uang di Asia dengan menguat 0,21%.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Ratusan Rumah Terendam Banjir Akibat Sungai Meluap di Binjai Sumatera Utara

Tim Kontributor

Gempa M 5,5 Sukabumi Terasa di Bekasi-Tangsel

Tim Kontributor

Perhatian! Nasib PPKM Darurat Diputuskan Sore Ini

Tim Kontributor

Leave a Comment