PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI buka suara usai kabar bahwa Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menarik dananya dari bank BUMN tersebut.
Corporate Secretary BSI, Ahmad menyebut perseroan berkomitmen untuk senantiasa melayani dan mengembangkan masyarakat luas, di antaranya melalui kerja sama dengan mitra strategis dan seluruh pemangku kepentingan. Khususnya, dalam upaya meningkatkan usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ahmad menyatakan, BSI akan terus berkomitmen menjadi lembaga keuangan inklusif yang melayani berbagai lapisan masyarakat, baik lembaga maupun individu. “Kami berupaya menjadi bank modern dan merata dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dengan senantiasa memegang teguh prinsip-prinsip syariah,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis, 7 Juni 2024.
Pernyataan ini merupakan tanggapan BSI atas keputusan Pimpinan Pusat (PP) Nahdlatul Ulama untuk menyatukan dananya setelah konsolidasi keuangan pada 28 Mei 2024 di Surakarta. Hal ini terungkap lewat sebuah memo dari Nahdlatul Ulama nomor 321/I.0/A/2024 mengenai penyatuan dana.
Memo tersebut ditujukan kepada Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan PP Nahdlatul Ulama, Majelis Pengelolaan Kesehatan Umum PP Nahdlatul Ulama, pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dan Nasyiatul Aisyiyah, pimpinan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dan Nasyiatul Aisyiyah, hingga pengelola Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.
“Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan di BSI dengan penyatuan ke Bank Syariah BRI Syariah, Bank Syariah Mega, Bank Syariah Muamalat, bank-bank syariah daerah, serta bank-bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan NU,” demikian tertulis dalam memo tersebut.
Sebagai tanggapan, BSI menegaskan bahwa mereka senantiasa berkomitmen memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan. Pemenuhannya diwujudkan dengan implementasi prinsip adil, seimbang dan bermanfaat menurut syariat Islam.
“BSI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air,” ujar Ahmad. Sumber
Disarikan Oleh: IN

