Faktual.id
EKONOMI

Mak Nining Si Pedagang Asongan kesenangan Anak Kecil

Ibu Nining atau yang akrab di sapa Mak Nining merupakan seorang wanita peruh baya berumur 58 tahun, beliau merupakan wanita sekaligus ibu yang pekerja keras dan tak pernah patah semangat. Setiap sore hari beliau berjualan dagangan miliknya yaitu aneka jajanan anak kecil didepan teras rumah warga. Selagi menunggu para anak kecil untuk keluar bermain, ia merapikan dan menata dagangan miliknya yang dibawanya dari rumah dengan menggunakan kardus dan tas kain, ia pun juga menyiapkan es batu untuk minuman yang di jual olehnya. Setiap sore beliau selalu menunggu dan berharap banyak anak-anak sekitar yang keluar main untuk membeli dagangan miliknya walaupun terkadang hanya 2 atau 3 anak yang membeli jajanannya. Tetapi hal itu tidak membuatnya sedih beliau tak pernah lelah ia selalu menunggu hingga jam setengah 10 malam berharap ada anak-anak yang iseng membeli jajanan kecil miliknya.

Ibu Nining sudah lama berjualan seperti itu demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, suaminya hanya seorang kuli bangunan yang sudah berumur 71 tahun. Sang suami pun tidak mendapat proyek setiap hari melihat kondisinya yang sudah tidak muda lagi, ia hanya mengandalkan panggilan dari tetangga sekitarnya saja yang membutuhkan jasa darinya. Anaknya pun masih duduk dibangku SMA untuk itu ibu Nining harus membantu membiayai agar keluarganya bisa makan setiap hari dan kebutuhan sekolah anaknya dapat tercukupi. Beliau pun juga harus membiayai uang sewa kontrakan kecil yang merupakan tempat tinggal dirinya dan keluarga.

Untuk itu beliau rela berjualan dari sore hingga tengah malam hanya untuk uang receh yang dapat menafkahi keluarganya. Beliau juga membuka jasa pijit untuk para tetangga yang membutuhkanya, ia pun hanya meminta bayaran sebesar 20 ribu rupiah untuk jasa pijit yang ia berikan akan tetapii beliau tetap mensyukuri apapun yang diberikan oleh tuhan dari hasil kerja kerasnya.

Penulis : Karina Zeta Ayuningtyas, Mahasiswa STISIP Widuri.

Related posts

Pandemi Membuat Mahasiswa Lebih Kreatif

penulis

Pentingnya ilmu komunikasi dipelajari di era informasi

Tim Kontributor

STISIP Widuri Terbuka Terhadap Masalah Finansial Mahasiswa di Kala Pandemi

penulis

Leave a Comment