Faktual.id
EKONOMI

Wujudkan Mimpi Menjadi Sarjana dengan Ekonomi Terbatas

Mimpi adalah kunci, begitulah penggalan lirik lagu ‘Laskar Pelangi’ yang dilantukan oleh grup band Nidji. Disaat ekonomi di seluruh dunia mengalami kesulitan, tapi untuk mimpi tidak dikenakan biaya atau gratis. Begitulah mimpi saya ditengah keadaan yang sulit ini, saya berniat kuliah dengan modal sendiri untuk mencapai kesuksesan.

Meskipun ekonomi saya terbatas, namun bukan halangan untuk saya bisa kuliah. Mengemban pendidikan sarjana ilmu komunikasi di STISIP Widuri saya harus bertekad agar cepat lulus dan wisuda. Sebaliknya, ini membakar semangat saya agar terus tetap berjuang untuk melihat dan merasakan masa depan yang cerah.

Bukan semata-mata dengan menggampangin dengan keadaan ekonomi saat ini, namun pihak kampus Widuri juga sangat membantu untuk program cicilan bulanan untuk mahasiswa yang sambil bekerja seperti saya, sehingga saya dapat menyelesaikan biaya kuliah bulan demi bulannya.

Meskipun masih menginjakin di semester lima, saya bertekad dan selalu berjuang untuk menjadi sarjana komunikasi di kemudian hari. Saya yakin dengan keadaan ekonomi seperti ini, pihak kampus juga ikut turut serta membantu mahasiswa/I yang sedang kewalahan mengatur keuangannya.

“Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan” – Ilham Kadar

Related posts

Stisip Widuri Dan Ekonomi Masa Pandemi

penulis

Pengaruh Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan di Indonesia

penulis

Realisasi untuk Anggaran Penanganan virus Covid-19 dan memulihkan Ekonomi mencapai Rp 331,94 Triliun

Tim Kontributor

Leave a Comment