Faktual.id
Komunikasi PolitikPOLITIK

Tembakan Telak Eks Sekjen PRD, Atas Penghianatan Budiman Sudjatmiko

Korban pelanggaran HAM tahun 1998 menggelar jumpa pers jelang debat perdana capres dan cawapres, Selasa (12 November 2023).

Salah satu pembicaranya adalah mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rakyat Partai Demokrat (PRD) Petrus Hariyanto.

Petrus tampak antusias mengkritik sahabatnya, Budiman Sudjatmiko, yang kini berpaling arah.

Di atas kursi roda, bahkan Petrus mengingatkan Budiman Sudjatmiko bahwa masih ada empat sahabatnya yang belum pulang usai penculikan saat reformasi 1998.

Petrus juga mengingatkan bahwa mereka pernah ada di dalam sel penjara yang sama saat reformasi 1998.

“Saya ingin menyampaikan kepada sahabat saya selama bertahun-tahun di dalam sel penjara,” ujarnya.

“Saya mengingatkan kepada Budiman Sudjatmiko masih ada empat kawanmu yang hingga saat ini belum kembali,” jelasnya.

Petrus juga mengingatkan bahwa masih ada 13 aktivis lain yang belum kembali hingga saat ini.

Aktivis 1998 itu pun menuding bahwa ke-13 aktivis itu diculik oleh tuan Budiman Sudjatmiko yang sekarang.

“Sampai sekarang total ada 13 aktivis yang diculik oleh tuanmu saat ini,” ucapnya.

Petrus pun mengaku kecewa Budiman Sudjatmiko seakan menghapus dosa Prabowo Subianto tanpa lewat peradilan yang sah secara hukum.

Hal itu kata Petrus diucapkan Budiman Sudjatmiko yang menyebut apa yang dilakukan Prabowo Subianto saat itu adalah tugas negara.

“Artinya kamu menyatakan Prabowo dalam kasus penculikan tidak melakukan pelanggaran HAM,” bebernya.

Diketahui setelah lebih dari 20 tahun berseberangan dengan Prabowo Subianto karena kasus pelanggaran HAM massa lalu, Budiman Sudjatmiko kini menjadi salah satu tim kampanye Prabowo-Gibran.

Saat ini Budiman menjadi Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Alasan Budiman Sudjatmiko memutuskan bergabung dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 ini ialah karena menurutnya saatnya Indonesia bersatu dan menyongsong massa depan.

“Bagi kami, pilihan terhadap Pak Prabowo Mas Gibran adalah pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk kemajuan,” kata Budiman dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Budiman mengatakan, setelah menikmati angin reformasi di tahun 1998, kini, agenda kemajuan Indonesia harus dititikberatkan pada persatuan orang Indonesia tanpa menyampingkan agenda Hak Asasi Manusia (HAM), pemerintahan, dan isu korupsi.

Disarikan Oleh ARS

Sumber

Related posts

Apa Salah SBY?

Tim Kontributor

Satu Lagi Kader PSI Yang Gerah Dengan Narasi Dinasti Politik Yang Disuarakan BEM

Tim Kontributor

Mahasiswa Tolak Omnibuslaw

penulis

Leave a Comment