Faktual.id
RAGAM INFO

Ketahuilah Tahapan Taaruf Adalah Perkenalan Dengan Tujuan Mendapatkan Jodoh

Seperti diketahui, dalam agama Islam jodoh merupakan rahasia takdir Allah yang tidak diketahui manusia sama sekali. Dengan begitu, manusia tidak akan pernah tahu siapa jodoh yang akan mendampingi selama hidup hingga kehidupan akhirat kelak. Namun setiap umat Muslim perlu meyakini bahwa Allah adalah penentu takdir terbaik untuk setiap hambanya.

Oleh karena itu, setiap umat Muslim harus senantiasa memohon takdir yang terbaik baginya selama menjalani hidup, termasuk urusan jodoh. Selain terus berdoa dan memanjatkan permohonan, bukan berarti manusia menyerah begitu saja. Manusia perlu melakukan usaha sebaik mungkin untuk mendapatkan jodoh yang baik dan mudah dari Allah.

Salah satu cara untuk mendapatkan jodoh yang tidak jarang dilakukan adalah melalui taaruf. Secara umum, arti taaruf adalah sebuah perkenalan atau saling mengenal yang dianjurkan dalam Islam. Meskipun begitu, taaruf biasanya dilakukan dengan maksud atau tujuan tertentu.

Di masyarakat saat ini, taaruf sering kali dikaitkan dengan usaha perkenalan dengan tujuan untuk mendapatkan jodoh atau pasangan. Di mana satu pihak keluarga mendekatkan diri dengan keluarga lain dengan maksud untuk mengenalkan dan mendekatkan dua individu dari masing-masing keluarga. Dua individu yang dimaksud tidak lain adalah wanita dan pria yang bisa menjadi pasangan.

Dalam pelaksanaannya, taaruf mempunyai tahapan-tahapan tersendiri. Melansir dari Liputan6.com, kami merangkum pengertian, tahapan, hingga berbagai informasi lainnya mengenai taaruf adalah sebagai berikut.

Mengenal Taaruf

Untuk memahami taaruf dapat dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa taaruf adalah proses perkenalan atau saling mengenal yang dianjurkan dalam agama Islam. Biasanya taaruf ini dilakukan dengan tujuan atau maksud tertentu.

Di budaya Indonesia, taaruf sering dikaitkan dengan hubungan percintaan antara wanita dan pria. Di mana taaruf dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan dua orang agar menjadi pasangan atau jodoh. Dalam hal ini proses perkenalan taaruf mempunyai tujuan untuk menyempurnakan agama yaitu yang mengacu pada jenjang pernikahan.

Di sini, dapat dipahami bahwa taaruf merupakan salah satu hal yang mengandung nilai sakral. Hal ini tidak lain karena berhubungan dengan pernikahan yang terdapat niat baik di dalamnya. Dengan begitu, dalam praktikknya taaruf tidak bisa dilakukan sembarangan atau tidak bersungguh-sungguh.

Manfaat Taaruf

Setelah mengetahui pengertian umumnya, berikutnya perlu diketahui bahwa taaruf adalah suatu usaha yang dianjurkan dalam islam karena dapat memberikan manfaat tersendiri. Secara syari, taaruf adalah suatu anjuran Rasulullah bagi dua orang atau sepasang manusia yang ingin menikah.

Sebagai anjuran Rasul, taaruf mempunyai beberapa manfaat kebaikan. Dalam hal ini, taaruf dapat menghindarkan seseorang dari berbagai hal negatif yang berhubungan dengan hawa nafsu.Dengan kata lain, taaruf dapat mencegah perbuatan zina antara laki-laki dan perempuan yang berduaan. Dengan begitu, secara tidak langsung, taaruf menjadi cara untuk mencegah perilaku maksiat yang dapat berbuah dosa.

Dasar Hukum Taaruf

Setelah mengetahui pengertian dan manfaat taaruf, terdapat dasar hukum yang mengatur taaruf secara jelas. Perlu diketahui, bahwa taaruf adalah proses perkenalan yang dilakukan untuk mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya mengenai pria atau wanita satu sama lain. Hal ini dilakukan dalam upaya penjajakan untuk menuju pernikahan.

Hal ini pun dijelaskan dalam QS. Al Hujurat ayat 13 yang berbunyi sebaga berikut:

Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā’ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr

Artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Tahap Tahap dalam Taaruf

Setelah mengetahui dalil atau dasar hukum mengenai taaruf, berikutnya terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan ketika Anda ingin menjalani taaruf. Beberapa tahapan taaruf ini didasarkan pada tujuan kebaikan yang dapat memudahkan Anda dalam pelaksanaannya. Tahap-tahap taaruf adalah sebagai berikut:

  1. Saat Anda tertarik pada seorang wanita dan ingin melakukan taaruf, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah datang langsung kepada orang tuanya. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan niat baik secara langsung kepada orang tua wanita untuk berkenalan lebih jauh pada sang anak.
  2. Langkah kedua yaitu menjalin komunikasi yang baik. Anda bisa menanyakan hal yang disukai dan tidak disukai oleh calon pasangan. Namun tidak dianjurkan terlalu sering bertemu atau mengirim pesan.
  3. Berikutnya, setelah mendapatkan restu dari orang tua bukan berarti bisa bertemu dan mengajak jalan-jalan secara bebas. Jika ingin bertemu harus melibatkan orang ketiga seperti teman atau keluarga.
  4. Setelah mendapatkan data dan berbagai informasi yang diperlukan mengenai wanita, selanjutnya melakukan sholat istikharoh agar Allah memberi petunjuk jawaban yang terbaik atas usaha yang sedang dilakukan.
  5. Luruskan niat bahwa menikah karena ingin membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah.
  6. Proses taaruf tidak boleh dilakukan terlalu lama, segera ambil keputusan yang terbaik untuk jenjang lebih lanjut yaitu menikah. Jarak ideal taaruf dan khitbah atau lamaran adalah 1 – 3 minggu saja.
  7. Jika semua persiapan sudah dilakukan dengan baik, tiba saatnya untuk melakukan akad dalam pernikahan. Pernikahan ini dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang, tidak harus dengan perayaan yang mewah.

SUMBER

Related posts

SAYA MILANISTI

Tim Kontributor

Curiga Ada Grup WhatsApp Liga Inggris Tanpa Liverpool

Tim Kontributor

Setiap Orang Akan Nge-drakor pada Waktunya

Tim Kontributor

Leave a Comment