Faktual.id
KOMUNIKASIPolitik Dalam Negri

Kemendiktisaintek Buka Peluang Kerja di Luar Negeri untuk Mahasiswa, Tersedia 350 Ribu Lowongan

JakartaKemendiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) berencana membuka peluang lebih besar bagi para lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) untuk bekerja di luar negeri. Menteri Kemendiktisaintek, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperluas kesempatan kerja internasional bagi mahasiswa yang baru lulus, dengan lebih dari 350.000 lowongan yang tersedia di berbagai negara.

“Kita harus menyadari bahwa pekerja migran Indonesia bukan hanya sekadar tenaga kerja, mereka juga adalah duta bangsa kita di dunia internasional. Di sana, Indonesia bisa menunjukkan kualitas pekerja Indonesia, kompetensi, serta profesionalisme yang dimiliki,” ujar Brian saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemendiktisaintek dan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Menurut catatan BP2MI, terdapat sebanyak 350.476 lowongan kerja di luar negeri yang tersedia untuk pekerja migran Indonesia. Namun, hingga kini, hanya 66.095 orang yang telah melamar atau sekitar 18,86 persen dari total lowongan yang ada.

Menteri BP2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi dan menyediakan peluang bagi mereka yang ingin bekerja baik di dalam maupun luar negeri. “Pemerintah akan terus mempersiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Pelatihan Persiapan untuk Mahasiswa

Kemendiktisaintek tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menyediakan pelatihan untuk mahasiswa yang berminat bekerja di luar negeri. Brian menyampaikan bahwa mahasiswa akan dibekali dengan pelatihan bahasa dan keterampilan yang sesuai dengan negara tujuan mereka.

“Bahasa menjadi hal utama dalam pendaftaran kerja ke luar negeri. Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa yang spesifik sesuai negara tujuan, seperti bahasa Mandarin untuk Taiwan, bahasa Jepang untuk Jepang, atau bahasa Rusia jika mereka bekerja di Rusia,” jelas Brian.

Sertifikasi untuk Menunjukkan Kompetensi Mahasiswa

Selain pelatihan, Kemendiktisaintek juga berencana menyediakan sertifikasi untuk membuktikan kompetensi mahasiswa. Sertifikasi tersebut termasuk sertifikasi bahasa Inggris serta sertifikasi lain yang dibutuhkan negara tujuan. “Kami juga mendampingi rombongan Presiden ke Australia, di mana mereka membutuhkan tenaga pengajar bahasa Indonesia yang bersertifikasi,” tambah Brian.

Kemendiktisaintek juga telah membentuk tim ad hoc dari perguruan tinggi vokasi di seluruh Indonesia untuk mendukung program ini.

Brian menambahkan bahwa langkah ini juga bertujuan menciptakan brain circulation, di mana para tenaga kerja terampil Indonesia mendapatkan pengalaman kerja di tingkat internasional. Pengalaman ini akan sangat berharga bagi perkembangan industri di Indonesia.

“Dengan pengalaman kerja global, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih tinggi. Suatu saat, mereka akan kembali ke Indonesia dan dapat memberikan kontribusi besar untuk perkembangan industri-industri baru di tanah air,” katanya.

Kesimpulan

Kemendiktisaintek mempersiapkan mahasiswa Indonesia untuk menghadapi peluang kerja global dengan membuka pelatihan bahasa dan menyediakan sertifikasi yang dibutuhkan negara tujuan. Dengan lebih dari 350.000 lowongan kerja di luar negeri, mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi dan mendapatkan pengalaman internasional yang berharga.

Related posts

PKS Masih Belum Percaya Ditinggal Anies Yang Lebih Memiilih Cak Imin

Tim Kontributor

PAN Mulai Pertimbangkan Dukung Ganjar Di Pilpres 2024

Tim Kontributor

Ini Dia Peran 4 Tersangka Pembubaran Ibadah di Tangsel Yang Menggunakan Senjata Tajam Untuk Intimidasi Korban

Tim Kontributor