Faktual.id
KOMUNIKASI POLITIK RAGAM INFO

Daftar Daerah yang Mulai Kekurangan Stok Vaksin COVID-19

Stok vaksin Corona atau COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia mulai menipis. Pemerintah dan Satgas COVID-19 setempat pun harus putar otak agar vaksinasi bisa berjalan.

Dirangkum detikcom, Jumat (16/7/2021), keluhan soal stok vaksin Corona mulai menipis ini sudah disampaikan oleh Pemkab Kudus pada Selasa (13/7). Berikut daftar daerah yang kekurangan stok vaksin Corona:

1. Kudus

Pemkab Kudus sempat menyetop sementara pemberian vaksin Corona dosis pertama karena stok yang sangat terbatas.

“Kalau kita nanti tidak rem dosis satu, Sinovac ini masih digunakan dosis satu, nanti dosis kedua kelanjutannya bagaimana? Karena informasi kemarin Kudus sendiri menjadi salah satu kabupaten dari 35 kabupaten yang menerima vaksin Pfizer. Misalnya dosis pertama Sinovac, (dosis dua) ganti kan tidak boleh,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Anik Fuad.

“Sehingga totalnya yang sudah disuntikkan dosis satu dan dua 182.060 dosis. Sehingga kita masih punya stok di faskes (fasilitas kesehatan) sekitar 22.320 dosis. Otomatis stok antara dosis satu dan dua punya selisih sekitar 90 ribu dosis,” ucap Anik.Anik menyebut pihaknya telah mendapat vaksin Corona Sinovac sebanyak 204.380 dosis. Dari jumlah tersebut, 135.811 dosis telah disuntikkan ke penduduk sebagai dosis pertama dan 46.249 dosis untuk vaksinasi kedua.

2. Kendari

Dilansir dari Antara, stok vaksin Corona sebanyak 14 ribu dosis yang tersisa di Kendari hanya akan diberikan untuk vaksinasi dosis kedua. Pemkot Kendari meminta warga bersabar. Saat ini Pemkot Kendari masih menunggu kedatangan stok baru vaksin Corona.

“Sebanyak 14 ribu dosis tersebut kami alokasikan semuanya untuk dosis kedua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum, Rabu (14/7).

3. Bangka Belitung

Stok vaksin Corona yang menipis juga terjadi di Bangka Belitung (Babel). Hal itu disebabkan antusiasme warga mendapat vaksin Corona melampaui target.

“Benar, dari data yang kami peroleh memang ketersediaan vaksin di Babel sudah mulai minim. Serbuan vaksin sudah melampaui target,” jelas Sekretaris Satgas COVID-19 Babel Mikron Antariksa kepada detikcom, Rabu (14/7).


4. Majene

Mikron mengatakan vaksin Corona di Pangkalpinang saat ini tersisa 6 vial, Kabupaten Bangka 32 vial, dan Kabupaten Belitung 1.004 vial. Dari total stok vaksin yang tersebar di kabupaten/kota, lanjut Mikron, nantinya 4.265 vial akan dibagikan untuk penyuntikan pertama dan kedua.

Stok vaksin Corona di beberapa wilayah juga habis. Salah satu daerah yang kehabisan vaksin Corona adalah Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Warga bahkan sampai marah-marah gara-gara tak dilayani untuk mendapat suntikan dosis pertama. Pemerintah setempat menyebut sisa vaksin Corona yang ada digunakan untuk penyuntikan dosis kedua.

“Jadi banyak masyarakat ini yang komplain di beberapa puskesmas. Ada yang marah karena tidak bisa terlayani untuk vaksin dosis satunya,” kata Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Majene Nur Ekawati, Rabu (14/7).

5. Solok Selatan

Stok vaksin Corona di Solok Selatan, Sumatera Barat, juga habis. Pemerintah setempat telah meminta pengiriman vaksin Corona baru untuk vaksinasi warga.

“Kami sudah minta lagi vaksin COVID-19 ke provinsi sebanyak 5.000 dosis, tetapi belum ada karena stok provinsi juga belum datang,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Solok Selatan Mega Verta Christina di Padang Aro, seperti dilansir dari Antara, Rabu (14/7).

“Setelah vaksin sampai di Solok Selatan, kami langsung membuka kembali pelayanan (vaksinasi) pada masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan butuh 600-900 dosis vaksin per hari untuk melayani warga. Mega berharap vaksin Corona segera tiba di Solok Selatan demi mempercepat proses vaksinasi warga.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebut ada 600 orang warga di daerah itu yang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. Hal itu terjadi karena stok vaksin yang terbatas.

6. Mataram

“Daftar tunggu vaksinasi COVID-19 terjadi karena keterbatasan stok vaksin di RSUD Kota Mataram. Jumlah itu belum termasuk di fasilitas kesehatan lainnya,” kata Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) RSUD Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/7).

Martawang, yang juga menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, mengatakan ratusan warga itu masuk kategori daftar tunggu karena sudah mendaftar secara daring, belum lagi ada warga yang datang langsung karena tidak bisa mendaftar daring.

7. Sangihe

Juru bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jopy Thungari mengatakan stok vaksin COVID-19 di daerah tersebut sudah kurang untuk kebutuhan masyarakat. Menurut dia, guna memenuhi kebutuhan vaksin, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Saat ini, kami yang ada di Kepulauan Sangihe kekurangan vaksin COVID-19, sementara animo masyarakat untuk di vaksin sangat tinggi,” katanya di Tahuna seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/7).

Target Vaksinasi Nasional

Pemerintah telah menetapkan jumlah penduduk yang menjadi target vaksinasi Corona nasional sebanyak 208.265.720. Hingga Kamis (15/7), baru 39.628.149 orang yang mendapat vaksin Corona dosis pertama dan 15.810.099 orang yang mendapat vaksin Corona dosis kedua.

Proses vaksinasi harian juga naik turun. Sempat mencapai 2 juta dosis pada Rabu (14/7), pemberian vaksin Corona pada Kamis (15/7) berkurang menjadi 718.716 untuk dosis pertama dan 198.545 untuk dosis kedua.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes, Bali dan DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah vaksinasi Corona tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Lampung menjadi daerah dengan tingkat vaksinasi terendah.

sumber

Related posts

Mahasiswa Tolak Omnibuslaw

penulis

Jokowi Sebut RI Tak Impor Beras 3 Tahun, Buwas Ungkap Fakta Ini

Tim Kontributor

Pola Hidup Sehatan di Cuaca Yang Tidak Menentu Agar Terhindar Dari Penyakit

Tim Kontributor

Leave a Comment