Faktual.id
RAGAM INFO

Varian Lokal Muncul di Jawa Timur

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mengonfirmasi ada temuan baru varian lokal COVID-19 di wilayahnya. Varian ini pertama ditemukan Institute Tropical Desease (ITD) Unair.
detikcom telah mencoba menghubungi Ketua ITD Unair Prof Maria Inge Lusida. Namun, Prof Inge belum memberikan respons.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Jatim Dr Erwin Astha Triyono memaparkan varian lokal ini berbeda secara karakteristik dengan COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada 2019 silam.

Pihaknya belum bisa menjelaskan detail soal karakteristik dan sifat-sifat COVID-19 varian lokal ini. Menurutnya penelitian ini masih didalami Tim ITD Unair.

“Lebih detailnya bisa dikoordinasikan dengan Prof Inge (Ketua ITD Unair) karena beliau yang mempunyai data lengkapnya,” jelasnya, Senin (17/1/2022).

Kadinkes menyebut varian lokal itu beda dengan COVID-19 yang asli pertama kali muncul. Varian lokal ini, kata Erwin, berbeda dengan mutasi COVID-19 manapun, baik varian Delta, Omicron. Temuan ini pun sedang didalami pihaknya bersama ITD Unair.

“Jadi varian lokal itu sepengetahuan saya ya, memang di mana-mana belum ada. Yang saya maksud virus ini kan punya hak hidup dan bermutasi, termasuk di lingkungan baru,” sambungnya.

Erwin menyebut varian lokal ini tidak masuk dalam perhatian atau fokus WHO. Atau istilahnya variant of interest (VOI). Karena, saat ini WHO fokus terhadap varian Omicron yang memiliki penyebaran lebih cepat.

Dinkes Jatim membeberkan, dari 18 sample WGS yang dikirim ke ITD sejak 16 Desember 2021 hingga 14 Januari 2022, ada 9 kasus COVID-19 varian Delta. Dan ada satu varian lokal COVID-19. Menurut Dinkes Jatim varian lokal ini adalah kasus pertama COVID-19.

“Data (sample) yang kami start sejak 16 Desember 2021 sampai 14 Januari 2022, itu ada 18 yang diperiksa whole genome sequencing (WGS). Sebetulnya ada data menarik di situ, bahwa yang Omicron 8 orang total, dari 18 tadi. Sedangkan yang 9 varian Delta yang termonitor, yang satu varian lokal COVID-19 (Varian COVID-19 pertama kali muncul),” papar Erwin.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Pertalite Diserbu Karena Pertamax Mahal

Tim Kontributor

Jadi Tersangka KPK, di Mana Azis Syamsuddin?

Tim Kontributor

Korea Selatan Catat 383.665 Kasus Corona dalam Sehari

Tim Kontributor

Leave a Comment