Faktual.id
EKONOMI

Survei Charta Politika Mengindikasikan Kepuasan Publik Meningkat Terhadap Kinerja Jokowi-Ma’ruf

Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei bertajuk “Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi COVID-19”, Rabu (22/7/20). Salah satu temuannya ialah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden dan wakil presiden.

Survei ini dilaksanakan pada 6-12 Juli 2020, melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Margin of error (toleransi kesalahan) survei sebesar 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen

Dari hasil survei, kepuasan publik untuk bulan Juli mengalami peningkatan dari bulan lalu. Namun, secara keseluruhan, mayoritas responden merasa puas dengan kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf.

“Responden yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan pusat sebanyak 67,2%, sementara yang menyatakan tidak puas sebanyak 30,1%,” kata Yunarto Wijaya selaku Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia saat memaparkan hasil survei dalam diskusi webinar, Rabu (22/7).

Lebih lanjut, Yunarto membeberkan tren peningkatan yang terjadi terkait kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Menurut data yang disajikan, ada penurunan kepuasan publik pada bulan Mei dan Juni. Meski begitu, terjadi peningkatan kepuasan publik kepada pemerintah pada bulan Juli.

Februari
Puas: 70,7 persen
Tidak Puas: 27,4 persen

Mei
Puas: 58,8 persen
Tidak Puas: 35,4 persen

Juni
Puas: 61,3 persen
Tidak Puas: 33,8 persen

Juli
Puas: 67,2 persen
Tidak Puas: 30,1 persen

“Kalau dilihat dari segi tren, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah cenderung meningkat. Tingkat kepuasan terendah terjadi pada saat bulan Mei,” ujarnya.

Selain tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, survei Charta Politika juga mengukur kepuasan masyarakat terhadap kinerja para pembantu presiden dan wakil presiden yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Berbanding terbalik dengan Jokowi-Ma’ruf, para menteri di Kabinet Indonesia Maju justru justru mendapatkan tingkat kepuasan jauh di bawah kinerja pemerintahan secara umum.

“Hasilnya adalah 49,7 persen masyarakat merasa puas, sementara 44,1 persen tidak puas. Selisihnya tidak jauh. Kepuasan publik terhadap pemerintah dan kabinet memiliki gap yang cukup besar,” ucapnya.

Belakangan, ada wacana reshuffle setelah video Presiden Jokowi memarahi para menterinya mewabah di media sosial. Charta Politika juga mengukur hal itu. Menurut hasil survei, sebanyak 73,1 persen responden setuju terhadap wacana reshuffle menteri, sementara sebanyak 13,3 persen tidak setuju. sumber

Related posts

Bukan Karen Banjir Jakarta, Rupiah Jatuh ke Rp13.900

Kontributor

Ekonomi Sepanjang 2018 Capai 5,17%, Jokowi: Jangan Kufur Nikmat

adminweb

Kementrian dukung BUMN Pupuk Tingkatkan Produksi Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Kontributor

Leave a Comment