Faktual.id
EKONOMI RAGAM INFO

Penandatanganan MOU antara STISIP Widuri, Usaha Benih Lele Desa Kubang (BLK) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Pekerti.

 

Kab Tangerang,-

Minggu ( 14/08/2022 ) bertempat di lokasi budidaya Benih Lele Desa Kubang, Kec. Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten 15610 https://maps.app.goo.gl/ajZDPzEo8gRkkVTYA, telah ditanda-tangani Nota Kesepahaman Kerjasama antara STISIP Widuri, Usaha Benih Lele Desa Kubang (BLK) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Pekerti.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Rektor STISIP Widuri sekaligus guru besar UI yaitu Prof. Dr. Robert M.Z.Lawang, para dosen diantaranya Dr. Edy Siswoyo,MA, mahasiswa magister STISIP Widuri Jakarta. Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Pekerti Tangerang Ahmad Kolyubi, S.Sos dan tim Benih Lele Kubang (BLK).

Nota Kesepahaman yang menyatakan semua pihak bersepakat untuk bekerjasama dalam kegiatan pendidikan, kegiatan penelitian dan pengembangan, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan lain yang langsung berhubungan kebutuhan masing-masing.

Kesepakatan kerjasama yang berlangsung untuk tahun 2022 -2026 adalah kerjasama dalam pemberdayaan remaja tamatan SMTA di desa Kubang dan sekitarnya binaan LKSA-BP pimpinan  Ahmad Kolyubi, untuk meneruskan kuliah di STISIP Widuri yang ketuanya sekarang adalah Prof.Dr. Robert MZ Lawang, dengan biaya yang akan diperoleh dari peran aktif para remaja tersebut dalam kegiatan usaha budidaya lele di BLK yang dipimpin oleh wirausahawan Deden Mulyana dan seorang guru, aktivis lingkungan dan sekaligus mahasiswa S2 STISIP Widuri, Asep Sopian.

Prof. Dr. Robert M.Z.Lawang selaku rektor STISIP Widuri sekaligus guru besar UI, menyampaikan
” Saya berharap kerja sama antara ke-tiga belah pihak akan berjalan lebih dari 5 tahun dari MOU , dan mudah – mudahan dari usaha ini bisa berkembang menjadi suatu gelombang, gelombang memberdayakan orang – orang desa, gelombang untuk memanfaatkan sumber daya lokal, gelombang menggabungkan usaha – usaha dalam bidang akademik perguruan tinggi” ujarnya

Ahmad Kolyubi selaku pimpinan LKSA-BP atau yang akrab dipanggil Obi juga menyampaikan
” Mudah – mudahan kerja sama kita hari ini bukan hanya satu , dua atau 5 tahun kedepan. Tapi, bagaimana kita bekerja sama untuk memajukan generasi Indonesia selanjutnya. Karena, apa yang hari ini  kita perbuat akan menjadi investasi di masa depan kelak. ” Ujar Obi.

Saat ini tercatat adanya 10 mahasiswa STISIP Widuri binaan LKSA-BP yang aktif dalam kegiatan usaha budidaya lele di BLK. Bagi yang berminat masih terbuka kemungkinan untuk seleksi 10 remaja lagi.

Sesuai dengan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), para mahasiswa ini bukan hanya mendapat uang untuk membayar biaya kuliah dan uang saku, tetapi semua aktifitas mereka di BLK akan diperhitungkan dan disetarakan dengan perolehan angka kredit beberapa matakuliah sehingga mereka tidak perlu lagi mengikuti kelas reguler. Beberapa kompetensi yang didapat oleh para mahasiswa didalam kegiatan usaha ini antara lain yang berkaitan dengan kemampuan manajemen, administrasi dan organisasi, kemampuan komunikasi dan promosi pemasaran, kemampuan penelitian konsumen dan pasar, kemampuan menjalin kerjasama internal dan eksternal, dan kemampuan pengembangan produk dan ekspansi usaha.

 

Disarikan oleh  : RS

 

 

 

 

Related posts

Bagimana Jika Seorang Reporter Mewawancarai Vampire?

penulis

Virus Corona Buat Ekonomi Amburadul

Tim Kontributor

Tol Jagorawi Jelang Masuk Cawang Macet Parah

Tim Kontributor

Leave a Comment