Faktual.id
RAGAM INFO

“Palang Merah Internasional Sebut Indonesia di Ambang Bencana Covid-19”

Palang Merah Internasional memperingatkan bahwa Indonesia bisa berada “di ambang bencana”. Hal ini disampaikan oleh kepala IFRC Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Indonesia, Jan Gelfand.

Darurat medis rumah sakit Ia mengatakan, keadaan darurat medis sudah membanjiri rumah sakit dan mengancam pasokan oksigen medis di Jakarta dan daerah lainnya.

“Setiap hari kami melihat varian Delta ini membawa Indonesia lebih dekat ke ambang bencana Covid-19,” kata Gelfand, mengutip Al Jazeera.

Kebutuhan vaksin Lonjakan kasus Covid-19 salah satunya disebabkan karena penyebaran varian Delta yang lebih mematikan di penjuru negeri.

Pihaknya pun menghimpun dukungan global agar dapat menyalurkan pasokan vaksin kepada Indonesia, dan negara-negara lain yang membutuhkan tindakan. “Kami membutuhkan tindakan secepat kilat secara global sehingga negara-negara seperti Indonesia memiliki akses ke vaksin yang diperlukan untuk mencegah puluhan ribu kematian,” kata dia.

IFRC mencatat, Indonesia menghadapi ketidakadilan vaksin global dalam memperoleh 360 juta dosis yang dibutuhkan untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen warganya. Angka itu adalah ambang batas ideal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai kekebalan kelompok.

Kebutuhan medis lainnya Dengan dukungan IFRC, Palang Merah telah mengirimkan hampir 6.500 sukarelawan untuk memberikan layanan medis mulai dari pengujian, pemberian vaksin, dan transportasi ke rumah sakit.

Namun, hal ini belum mampu menanggulangi penanganan Covid-19 di Indonesia. Kebutuhan medis lain juga terus mengalami peningkatan, terutama kebutuhan oksigen medis di rumah sakit. Salah satunya seperti di RSUP Sitanala, Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/6/2021), rumah sakit ini mengalami darurat oksigen karena stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang cepat habis. Sementara pasien terpaksa mengantre di kursi roda, untuk menunggu mendapatkan tempat tidur di tenda darurat.

Tingginya kebutuhan oksigen medis membuat harga satuan tabung tabung gas oksigen pun melambung dua kali lipat.

Biasanya satu tabung gas oksigen medis dihargai Rp 700-900 ribu. “Sekarang sudah tembus Rp 2 juta.

Itu yang kecil. Kalau yang besar belum ada stok lagi,” Ervan, seorang pedagang tabung oksigen medis Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, mengutip Kompas.com.

Sumber

Related posts

SELF AWARENESS MASYARAKAT DI MASA PANDEMI

Tim Kontributor

Bagimana Jika Seorang Reporter Mewawancarai Vampire?

penulis

Di Jakarta mempunyai Zebra Cross di sekitaran Bundaran HI

Tim Kontributor

Leave a Comment