Faktual.id
RAGAM INFO

Kondisi Terbaru Jembatan Pulau Balang Penghubung Ibu Kota Baru RI

Jembatan Pulau Balang menjadi salah satu akses penghubung menuju ibu kota negara (IKN) baru. Saat ini jembatan tersebut sudah terhubung dan konstruksinya sudah selesai semua.
Sebagai salah satu akses IKN, jembatan ini dibangun dengan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 1,4 triliun. Selesainya pembangunan Jembatan Pulau Balang ini, menurutnya menjadi contoh bagi masyarakat yang selama ini ikut membeli SBSN.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani saat meninjau Jembatan Pulau Balang, Penajam Paser Utara, Kaltim bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Ini adalah salah satu proyek penting dalam bentuk jembatan yang dibiayai oleh SBSN senilai Rp1,4 triliun. Ini adalah showcase bagi masyarakat yang membeli SBSN, Anda semua telah ikut membangun Indonesia termasuk membangun jembatan ini,” kata Sri Mulyani.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan jembatan ini bakal menjadi salah satu jalan akses menuju ibu kota negara baru.

“Jembatan ini akan menjadi salah satu akses ke ibu kota baru, menghubungkan Balikpapan langsung ke Penajam,” ujar Basuki.

Jembatan Pulau Balang sendiri dibangun sejak tahun 2015 dan selesai di tahun 2021. Ada dua jembatan yang dibangun di Pulau Balang, dengan panjang jembatan utama mencapai 804 meter dan jembatan pendekat menuju Penajam Paser Utara sepanjang 167 meter.

Di antara dua jembatan tersebut sudah selesai juga dibangun jalan akses di Pulau Balang sepanjang 1.969 meter.

Sayangnya, meskipun sudah selesai jembatan ini belum bisa digunakan. Pasalnya, jalan akses dari Balikpapan dan juga Penajam Paser Utara belum selesai dikerjakan. Jalan akses menuju jembatan sendiri merupakan wewenang pemerintah daerah.

Di sisi Penajam, jalan akses dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan jalan akses di sisi Balikpapan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan masih dalam proses penyelesaian.

Dari pantauan detikcom, jalan akses di sisi Penajam memang belum terhubung. Jalan akses masih hanya berupa jalan setapak beton dua arah yang setiap jalannya hanya bisa dilalui satu mobil.

Kemudian, jalan akses jembatan menuju jalan utama Penajam Paser Utara pun belum terhubung. Bahkan, masih ada sebagian jalan yang hanya berupa urukan tanah dengan pasir dan batu. Bila dihitung waktu tempuhnya dari jembatan menuju kawasan IKN dengan kondisi jalan yang ada bisa mencapai sekitar 2 jam lebih.

Selain sebagai salah satu akses ke IKN, jembatan ini juga dinilai mampu meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik dari Balikpapan ke arah Kalimantan Selatan.

Dari data yang didapatkan dari Kementerian PUPR disebutkan selama ini untuk melakukan perjalanan dari Banjarmasin ke arah Kalimantan Selatan harus memutar dahulu ke arah utara Balikpapan dengan jarak sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh 5 jam

Alternatif lainnya adalah menggunakan kapal ferry dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam melalui Pelabuhan Kariangau ke Penajam. Itu pun belum ditambah waktu antre kapal ferry. Waktu antre tersebut juga bisa makin panjang bila bertepatan dengan hari libur.

Nah dengan Jembatan Pulau Balang maka jarak tempuh dari Balikpapan ke arah Kalimantan Selatan akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 km dan dapat dilintasi hanya dalam satu jam.

Disarikan oleh : ulexxx

Sumber :

Related posts

Pasar Bawah di Bukittinggi Kebakaran

Tim Kontributor

Setop Sebarkan Foto Ledakan Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Alasannya

Tim Kontributor

Besok Di perkirakan Puncak Arus Balik Setelah Libur Panjang

Tim Kontributor

Leave a Comment