Faktual.id
RAGAM INFO

Kata Kemenkes 5 Obat Tak Lagi Digunakan Pada Saat Covid-19

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, lima jenis obat tidak lagi masuk dalam daftar obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19.

Hal itu menyusul rekomendasi dari lima organisasi profesi yang menyatakan Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, plasma konvalesen dan Azithromycin tidak lagi bermanfaat untuk menangani pasien Covid-19.

“Iya (tidak masuk) karena tidak direkomendasikam oleh lima organissi profesi lagi dalam buku tatalaksana yang baru,” ujar Nadia.

Kelima obat ini sudah tidak masuk lagi dalam daftar obat Covid-19,” tegasnya.

Sebagai gantinya, masih ada tiga obat yang dapat digunakan untuk terapi pasien yang terpapar virus Corona itu. Ketiganya yakni Fapivirafir, Remdisivir dan Tocilizumab.

“Ketiganya masih digunakan dan sudah ada rekomendasi para ahli dan sudah dikaji. Sehingga efektivitasnya pasti baik,” tambah Nadia.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban melalui akun Twitternya mengungkap lima jenis obat yang sebelumnya sempat digunakan untuk menangani pasien Covid-19 namun kini terbukti tidak bermanfaat. Kelima obat tersebut yakni Ivermectin, Klorokuin, dan Oseltamivir.

Selain itu juga plasma konvalesen dan Azithromycin. “Untuk Oseltamivir dan Azithromycin itu ada lima perhimpunan profesi yang menyatakan bahwa itu tidak boleh dipakai lagi, di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah mendengar itu, dan tidak lagi membolehkan pemakaian itu,” ujar Zubairi.

Adapun lewat akun Twitternya @ProfesorZubairi, ia menjelaskan, Azythromycin tidak bermanfaat sebagai terapi Covid-19 baik skala ringan serta sedang, kecuali ditemukan bakteri selain virus penyebab Covid-19 di dalam tubuh pasien.

“Bahkan WHO sudah menyatakan obat ini tidak berguna untuk Covid-19. Kecuali saat Anda dites terbukti positif influenza, yang amat jarang ditemukan di Indonesia,” kata Zubairi lewat akun Twitternya.

Baik Oseltamivir dan Azithromycin tak lagi digunakan sebagai terapi pasien Covid-19 sejak tahun lalu.

Dalam Revisi Protokol Tata Laksana Covid-19, lima organisasi profesi kedokteran tak lagi memasukkan obat ini dalam standar perawatan pasien Covid-19.

Di antaranya terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Disarikan Oleh MSLP
SumberĀ 

Related posts

Celine Evangelista Ternyata Tidak Tamat SMP

Tim Kontributor

2 Hari Besar Keagamaan ‘Kejepit’ yang Liburnya Digeser Pemerintah

Tim Kontributor

Pianis dan Komposer Trisutji Djuliati Kamal Meninggal Dunia

Tim Kontributor

Leave a Comment