Faktual.id
Bisnis

7 Gejala Terbaru Covid-19 !

 

Gejala Covid-19 terbaru yang ditemukan adalah parosmia atau distorsi penciuman. Dikutip dari Healthline, parosmia merupakan suatu kondisi terganggunya indra penciuman.
Parosmia bisa menyebabkan penderitanya mengalami ‘halusinasi penciuman’. Misalnya seperti bau yang harum mungkin akan tercium busuk.

Kondisi ini pun dialami oleh sejumlah pasien Corona. Seorang ahli bedah telinga dan tenggorokan (THT), Profesor Nirmal Kumar, mengatakan bahwa gejala COVID-19 yang satu ini sangatlah aneh dan unik. Ia menjelaskan, gejala parosmia yang dialami kedua pasiennya akibat Covid-19.

“Yang satu mengatakan saat mencium aroma, bau yang mereka rasakan adalah seperti bau ikan. Dan yang lainnya mencium bau terbakar, meski di sekitarnya tidak ada asap,” kata Profesor Kumar.

“Kami menyebutnya virus neurotropik. Artinya, virus ini mempengaruhi saraf di atap hidung, seperti gangguan pada sistem saraf Anda, dan saraf tidak berfungsi,” lanjutnya.

Terkait dengan gejala COVID-19 terbaru, Profesor Kumar mencatat di antara ribuan pasien Corona yang dirawat karena anosmia (hilangnya indra penciuman) di Inggris beberapa mengalami parosmia.

Parosmia merupakan salah satu gejala yang dialami pasien Corona selain batuk, demam, dan sesak napas.
Dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala Covid-19 terbaru yang perlu diwaspadai.

1. Delirium

Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala COVID-19 ini umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).

“Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi,” kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.

2. Kelelahan

Berdasarkan studi yang telah diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan merupakan salah satu gejala COVID-19 yang dapat bertahan lama setelah seseorang terinfeksi virus Corona.

Studi ini menemukan, sebanyak 53 persen pasien Corona mengalami kelelahan selama sekitar 60 hari setelah pertama kali mengalami gejala COVID-19.

3. Sakit mata

Sebuah studi dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan sebanyak 18 persen pasien Corona mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.

Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala Covid-19 lainnya muncul. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.

“Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya,” jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.

4. Masalah pencernaan

Menurut studi, masalah pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi virus Corona bisa berupa diare dan muntah-muntah. Umumnya, pasien Corona yang mengalami masalah pencernaan juga disertai dengan gejala Covid-19 lainnya.

Diketahui, hanya 4 persen orang yang didiagnosis positif COVID-19 karena muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala penyerta.

5. Nyeri otot

Penelitian yang diterbitkan di the journal Annals of Clinical and Translational Neurology menemukan bahwa 44,8 persen relawan yang berpartisipasi mengalami nyeri otot akibat Covid-19.

Rasa nyeri ini mungkin disebabkan karena peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat infeksi virus Corona. Selain itu, para pasien Corona yang sudah sembuh juga bisa mengalami nyeri otot.

6. Ruam kulit

Dokter kulit dari DNI Skin Centre, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, mengatakan bahwa infeksi virus Corona bisa menyebabkan ruam kulit. Namun, ruam kulitnya cenderung bersifat ringan dan tidak berisiko fatal.
“Kemungkinan muncul ruam pada pasien COVID itu bervariasi risikonya sekitar 0,2-20 persen,” jelas dr Darma.

7. Hilang indra penciuman dan perasa
Kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan salah satu gejala Covid-19 yang kerap kali dirasakan pasien Corona. Butuh waktu hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan agar fungsi indra tersebut pulih kembali.

Beberapa pasien gejala Covid-19 terbaru ini seringkali membutuhkan perawatan dan terapi seperti pelatihan penciuman. Ini dilakukan untuk ‘memperbaiki’ otak agar secara akurat bisa mengenali rasa, bau, dan aroma yang tepat seperti sebelumnya.(ras)

 

Penulis : Diah Vanda N – Mahasiswa STISIP WIDURI

Related posts

Semangat Cegah Body Shaming Remaja

penulis

RESPECT…

Tim Kontributor

KKB Papua Kembali Menyerang TNI Dengan 2 Angota TNI Menjadi KorbanJiwa

Tim Kontributor

Leave a Comment