Faktual.id
POLITIK

PSI Pilihan Terakhir Jokowi Dan Akan Tarik Tokoh Partai Besar

Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, berpendapat bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempersiapkan langkah politik untuk kemungkinan maju sebagai calon ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Anas menilai bahwa Jokowi sedang berusaha memastikan bergabungnya tokoh politik berpengaruh, baik dari berbagai profesi, organisasi, relawan, maupun tokoh dari partai politik lain, jika ia memutuskan untuk maju dan terpilih sebagai ketua umum PSI menggantikan Kaesang Pangarep.

Menurut Anas, Jokowi sedang memainkan strategi politik yang cermat, dengan memastikan memiliki dukungan dari tokoh-tokoh besar dalam dunia politik. “Tidak mengherankan jika ada tokoh dari partai besar yang bergabung dengan Jokowi karena ia memiliki sumber daya politik yang cukup,” jelas Anas.

PSI, Pilihan Terakhir Jokowi

Anas juga berpendapat bahwa PSI menjadi pilihan terakhir bagi Jokowi, lebih memilih berlabuh ke PSI ketimbang Golkar, karena posisi politik di PSI lebih aman dari ancaman manuver politik yang berpotensi menggoyahkan posisinya. Anas menambahkan bahwa Golkar dikenal sering mengalami dinamika internal yang bisa saja mengancam kepemimpinan partai.

Meskipun Jokowi sebelumnya pernah tertarik untuk bergabung dengan PDIP karena kesamaan basis pemilih, Anas menilai Jokowi menyadari bahwa PDIP yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri memiliki “benteng” politik yang sulit ditembus, apalagi Jokowi telah dipecat dari partai tersebut.

“PSI adalah pelabuhan terakhir bagi Jokowi, di mana menjadi ketua umum PSI akan lebih mudah dan terjamin, tanpa ancaman yang dapat menggoyahkan kepemimpinan,” ujar Anas.

Nama Jokowi dan Kaesang dalam Bursa Calon Ketua Umum PSI

Sebelumnya, Ketua Fraksi PSI di DPRD Jakarta, William Aditya Sarana, menyebutkan bahwa Jokowi dan Kaesang Pangarep masuk dalam daftar calon ketua umum PSI. Nama-nama tersebut muncul dalam pembicaraan internal partai yang tengah berkembang. William mengungkapkan bahwa Kaesang juga diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan yang telah baik selama ini di PSI.

Sementara itu, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk ikut dalam pemilihan calon ketua umum PSI yang akan dilaksanakan pada Kongres PSI di Solo pada bulan Juli mendatang. Ketika ditanya mengenai kemungkinan berkompetisi dengan Kaesang yang merupakan calon petahana, Jokowi berkelakar, “Jika saya mendaftar dan yang lain tidak mendaftar, mungkin saya akan jadi pilihan.”

Tantangan Mekanisme E-Voting

Jokowi sendiri mengungkapkan bahwa ia masih memikirkan berbagai faktor terkait kemungkinan ia ikut berkompetisi di Kongres PSI. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan utama adalah sistem pemilihan yang menggunakan e-voting, yang menurutnya menjadi tantangan karena semua anggota PSI akan memberikan suara, bukan hanya pengurus struktural partai.

“Sulit karena seluruh anggota diberi hak untuk memilih,” kata Jokowi. Ia juga menekankan bahwa ia ingin memastikan kemenangan jika memutuskan untuk ikut serta dalam pemilihan tersebut, karena ia tidak ingin kalah dalam kompetisi di Kongres PSI. “Jangan sampai jika saya ikut, saya malah kalah,” ungkap Jokowi.

Related posts

Ada 14 Caleg Eks Napi Koruptor Belum Dipublikasi KPU

penulis

Mega-Prabowo Bertemu Bahas Politik Ditambah Kehadiran Puan

Tim Kontributor

Demokrat, Golkar, Perindo, Dan Nasdem Menjadi Partai Yang Disukai Lewat Survei Litbang Kompas.

Tim Kontributor