Faktual.id
Bisnis EKONOMI POLITIK

Nggak Nyangka, Ternyata Ini Asal Usul Nama Google

kp-press.com

Google menjadi perusahaan mesin pencari raksasa paling populer di dunia. Namun, sedikit yang mengetahui bagaimana Google mendapatkan namanya yang tidak biasa.

“Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Google adalah sebuah akronim?” Pertanyaan ini muncul di situs web Quora dan memicu banyak teori tentang asal usul nama perusahaan yang didirikan oleh Sergey Brin dan Larry Page pada tahun 1998.

Beberapa orang keliru mengira Google adalah singkatan dari Global Organization of Oriented Group Language of Earth.

Namun, kenyataannya adalah Google bukanlah akronim melainkan merupakan sebuah plesetan dari kata Googol. Bagi yang belum familiar, Googol adalah istilah matematika untuk angka 10 yang dipangkatkan 100, atau dengan kata lain, angka 1 diikuti oleh seratus angka nol.

Menurut laporan dari detikInet, Selasa (18/6/2024), istilah ini pertama kali diciptakan pada tahun 1920 oleh Milton Sirotta, keponakan matematikawan Edward Kasner yang saat itu baru berusia 9 tahun.

Milton sering kali menyebut angka ini dalam buku Mathematics and the Imagination yang diterbitkan pada tahun 1940. Alasannya sederhana, angka yang besar ini layak mendapatkan nama yang sama-sama besar.

Saat Larry Page dan rekan-rekannya sedang mencari nama untuk perusahaan mereka, salah satu dari mereka mengusulkan untuk menggunakan nama Googol.

Larry kemudian menanyakan apakah domain tersebut tersedia. Setelah diperiksa oleh temannya, ternyata domain tersebut memang tersedia.

Namun, entah bagaimana ceritanya, teman Larry tersebut salah mengeja kata Googol sehingga menjadi Google. Menurut Larry Page, nama yang salah ketik tersebut ternyata terdengar lebih baik bagi mereka. Dan dari sanalah lahir nama Google Inc.

Dengan kata lain, perusahaan mesin pencari terbesar di dunia ini secara tak sengaja diberi nama karena kesalahan penulisan di bilah pencarian internet.

Sebelumnya, mengutip dari All that Interesting, Larry dan Sergey sempat berencana untuk menamai mesin pencari ini dengan nama Backrub, karena program ini menggunakan backlink untuk mencari informasi.

“Sean Anderson, teman sejawat mereka di kantor, sedang duduk bersama Larry, mencoba memikirkan nama yang cocok, sesuatu yang terkait dengan pengindeksan data besar-besaran. Sean kemudian menyebut kata ‘googolplex’ secara lisan, dan Larry memendekkannya menjadi ‘googol’,” kata David Koller, seorang ilmuwan komputer dari Stanford.

Setelah nama dipilih, langkah berikutnya adalah memeriksa apakah domain tersebut tersedia. Di situlah Sean melakukan kesalahan besar. Ia mencari nama yang dieja sebagai ‘google.com,’ yang ternyata tersedia.

“Larry menyukai nama itu, dan dalam beberapa jam, mereka segera mendaftarkan nama domain google.com untuk diri mereka sendiri,” papar Koller.

Sejarah mencatat bahwa pendaftaran nama domain Google dilakukan pada tanggal 15 September 1997. Sumber

Disarikan Oleh: IN

STISIP WIDURI

Related posts

IHSG Bisa Turun pekan depan, Walaupun Minggu Ini Naik.

Tim Kontributor

Peluang Bisnis Kandang Burung Puyuh Masih Jarang diminati Masyarakat

Tim Kontributor

Anies Temui JK Pagi Ini, Ada Apa?

Tim Kontributor

Leave a Comment