Faktual.id
POLITIK

Kementrian PUPR Soal Kritik Anies : Ada Kesalahan Dalam Memahami Data Dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat( PUPR) Hedy Rahadian menjawab kritik dari Bakal calon presiden Koalisi Perubahan serta Persatuan( KPP) yang diusung Partai NasDem. Anies Baswedan yang menerangkan pembangunan jalur masa Presiden Joko Widodo( Jokowi) tidak lebih bagus daripada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono( SBY).

Lebih dahulu diketahui, Anies Baswedan mengatakan kalau pembangunan jalur di masa kepemimpinan Presiden SBY lebih panjang dibanding masa Presiden Jokowi. Hedy Rahadian berkata, ada kesalahan dalam menguasai informasi dari Badan Pusat Statistik( BPS).

” Yang dituturkan kalau pembangunan jalur SBY lebih panjang dari era Jokowi, itu bukan itu maksud informasi BPS,

jadi salah interpretasi informasi BPS,” ucapnya dikala ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu( 24/ 5/ 2023). Ia memaparkan, informasi BPS yang jadi acuan statment Anies tersebut menunjukkan informasi bersumber pada status jalur dari jalur provinsi jadi jalur nasional, bukan informasi pembangunan jalur baru.

Misalnya sekian km jalur provinsi telah dibentuk saat sebelum masa SBY. Tetapi pada masa SBY jalur provinsi tersebut berganti statusnya jadi jalur nasional sebab diterbitkan pesan keputusan( SK) baru.

” Jadi status kewenangan jalur nasionalnya meningkat sekian belas ribu km itu,

itu merupakan pergantian status dari jalur provinsi jadi jalur nasional. Bukan pembangunan jalur baru,” jelasnya. Selaku informasi, Anies menyebut pembangunan jalur nasional sepanjang masa Jokowi cuma kurang lebih 500 km( Kilometer), sebaliknya masa SBY sanggup membangun jalur nasional 20 kali lipat dari itu ialah kurang lebih 11. 800 Kilometer.

Dengan demikian, sebanyak 11. 800 Kilometer jalur nasional tersebut belum pasti berasal dari pembangunan jalur baru.

” Jadi ini waktu jaman SBY kan nambah jalur nasional, itu bukan hasil pembangunan kebanyakan,

ada sih pembangunannya tetapi sedikit. Jaman Jokowi pula sama, terdapat perubahan walaupun sedikit,” ucapnya.

Sedangkan itu, Pimpinan Pimpinan Komisi V DPR RI Lasarus tidak mau menjawab persoalan ini dari sisi politik.

Yang jelas, kata ia, masa kepemimpinan Jokowi ataupun SBY sama- sama mempunyai sisi positif serta negatif.

” 5 tahun masa pemerintahan SBY saya sudah pimpinan Komisi V, 10 tahun pemerintahan Pak Jokowi saya pimpinan Komisi V.

Jadi saya ketahui di 2 masa pemerintahan ini seluruh ada plus minusnya,” ucap Lasarus di tempat yang sama.

Ia mengatakan, pembangunan jalur baik tol ataupun non- tol tentu berguna buat warga.

Tetapi memanglah akhir- akhir ini pemerintah lebih aktif membangun jalur tol dibanding jalur non- tol.

Karena, ia bilang, jalur tol teruji bisa menolong mengurai kemacetan serta menurunkan jumlah musibah lalu lintas tiap tahunnya.

Tidak hanya itu, jalur tol pula digemari oleh warga paling utama buat mudik lebaran sebab dinilai lebih kilat serta aman.

” Jalur yang berbayar mengapa kita bangun lebih banyak? Sebab memanglah buat tol ini butuh investasi besar,

jika kita cuma mengandalkan APBN kuat tidak? Kan itu permasalahan.

Nah ada yang ingin investasi kita kasih ruang serta jalannya ada, dimanfaatkan,” kata ia.

Lebih dahulu, Anies menyebut masa Jokowi sukses membangun jalur tol terpanjang, ialah 1. 569 km dari total jalur tol dikala ini 2. 499 km.

” Pemerintah kali ini sukses membangun jalur tol terpanjang di periode sebelumnya,

63 persen dari seluruh jalur tol berbayar di Indonesia itu dibentuk di masa saat ini, selama 1. 569 kilometer dari total 2. 499 kilometer, itu merupakan jalur berbayar,” ucap Anies.

Tetapi, kata Anies, gimana dengan jalur tidak berbayar yang dapat digunakan seluruh warga tanpa terdapat bayaran tambahan yang lain.

Masa Jokowi cuma sukses membangun jalur kurang lebih selama 19. 000 km.

” Saya bandingkan dengan pemerintahan yang lalu, di jaman pak SBY jalur tidak berbayar yang dibentuk selama 144. 000 ataupun 7, 5 kali lipat,” sebutnya.

Anies setelah itu mengerucutkan perbandingan jalur yang dibentuk oleh pemerintah pusat, ialah jalur nasional.

Selama Jokowi memimpin negara, cuma kurang lebih 500 km jalur nasional yang terbangun,

sebaliknya masa SBY bisa 20 kali lipat dari pencapaian Jokowi dikala ini.

” Bila dibanding dengan jalur nasional, di pemerintahan ini membangun jalur nasional membangun sepanjang 500 km,

di masa 10 tahun sebelumnya 11. 800 km, 20 kali lipat,” ucap Anies.

” Kita belum bicara kualitas, standar serta lain- lain, kita bicara panjang,” sambung dia

Anies berkata, kedua infrastruktur baik jalur free ataupun jalur tol bersama diperlukan.

Disarikan Oleh JMKP

Sumber

Related posts

Eks Ketua KPK ini Blak Blakan Ungkap Jokowi Pernah Marah dan Minta Kasus e KTP Setnov di Hentikan

Tim Kontributor

SBY Di Laporkan Nasdem ke Bareskrim Terkait Berita Bohong

Tim Kontributor

Partai Mawar Yang Katanya “Santuy” Kritik Anies Karena Serang Prabowo, Cak Imin: Sama Saja

Tim Kontributor

Leave a Comment