Faktual.id
KOMUNIKASI RAGAM INFO

Jangan Panik Jika Tidak Terdaftar KJP Plus Tahap 1, Bisa Lapor Pusdatin Jamsos

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah membuka pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap 1 tahun 2021.

Hal ini disampaikan akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, Rabu 10 Maret 2021.

“Pendidikan yang tuntas dan berkualitas bagi semua dengan KJP Plus! Pemprov DKI Jakarta melalui @disdikdki telah membuka pendataan KJP Plus Tahap I Tahun 2021.

Berdasarkan info di akun tersebut, dijelaskan bahwa total penerima KJP Plus tahap 2 pada 2020 adalah sebanyak 849.291 siswa.

KJP Plus ini diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta dari keluarga tidak mampu dan berusia sekolah 6-21 tahun.

Tujuan KJP Plus adalah menjamin akses dan kualitas layanan pendidikan adil dan merata, serta terselenggaranya wajib belajar 12 tahun.

Mekanisme pendataan Ada empat tahap dalam pendataan siswa yang dilakukan Pemprov DKI via Disdik DKI yang dijabarkan sebagai berikut.

*) 15-22 Maret 2021 : Disdik mengumumkan data calon penerima sementara yang berasal dari Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta melalui sekolah.

*) 15-22 Maret 2021 : Calon penerima KJP Plus melengkapi berkas melalui sekolah.

*) 29-31 Maret 2021 : Verifikasi kelengkapan berkas calon penerima.

*) 1-6 April 2021 : Data final penerima ditetapkan.

Apabila ada yang tidak terdaftar menurut data dari Pemprov DKI, siswa dapat menghubungi Pusat Data dan Teknologi Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) DKI sesuai Kartu Keluarga (KK) dan domisili.

Siswa tersebut dapat melapor ke laman pendaftaran ini : http://bit.ly/pusdatinjamsosdki.

Penggunaan dan besaran dana

Dijelaskan akun @dkijakarta, penerima KJP Plus dapat menarik tunai maksimal Rp 100.000 per bulan di ATM Bank DKI.

Sementara sisa dana bulanan dapat dibelanjakan secara non tunai.

Dana rutin dapat dipergunakan mulai tanggal 1-3 setiap bulan, sementara dana berkala dipakai untuk belanja keperluan sekolah pada libur akhir semester.

Tak hanya itu, selama pandemi Covid-19, biaya rutin dan biaya berkala dapat digunakan setiap bulan secara tunai dan non tunai.

Biaya rutin dan berkala tersebut juga dapat digunakan untuk kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan termasuk untuk menunjang biaya komunikasi pembelajaran jarak jauh.

Adapan besaran dana yang siswa terima berbeda sesuai jenjang pendidikan yang tengah ditempuh.

SD/MI/SDLB

Besaran Dana: Rp 250.000

Dana yang Bisa Dibelanjakan: Rp 135.000

Dana Berkala: Rp 115.000

SPP untuk Sekolah Swasta: Rp 130.000

SMP/MTs/SMPLB

Besaran Dana: Rp 300.000

Dana yang Bisa Dibelanjakan: RP 185.000

Dana Berkala: Rp 115.000

SPP untuk Sekolah Swasta: Rp 170.000

SMA/MA/SMALB

Besaran Dana: Rp 420.000

Dana yang Bisa Dibelanjakan: Rp 235.000

Dana Berkala: Rp 185.000

SPP untuk Sekolah Swasta: Rp 290.000

SMK

Besaran Dana: Rp 450.000

Dana yang Bisa Dibelanjakan: Rp 235.000

Dana Berkala: Rp 215.000

SPP untuk Sekolah Swasta: Rp 240.000

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Besaran Dana: Rp 300.000

Dana yang Bisa Dibelanjakan: Rp 185.000

Dana Berkala: Rp 115.000

Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)

Besaran Dana: Rp 1.800.000/semester

Dana yang Bisa Dibelanjakan: Rp 185.000

SUMBER

Related posts

Dikritik Sana-sini, Kemenkes Bakal Tetap Lanjutkan Vaksin Corona Berbayar!

Tim Kontributor

Tetap Jadi Anak Gaul Meski di Rumah Saja

Tim Kontributor

Berkebun Menjadi Salah Satu Hobi Di Saat Pandemi

penulis

4 comments

Suryani 10 June 2021 at 20:12

Anak saya sudah setahun tidak dapat KJP plus sejak bulan Mei tahun 2020

Reply
Suryani 10 June 2021 at 20:09

Anak saya sudah setahun sudah tidak dapat KJP plus ,sejak bulan mei 2020 ,bagaimana cara untuk mendapat kan KJP Lagi ,saya orang kurang mampu

Reply
Vanzany 7 June 2021 at 09:55

Anak saya yatim sejak 2019 dan dapat kjp sekali saja lalu tidak aktif lagi tolong di bantu bagaimana caranya Sudah kemana” yg berkaitan dgn kjp tetap tidak bisa

Reply
Nurul wijayati 2 June 2021 at 15:58

anak saya tamat mtsn thn 2019,tdk dpt mlnjutkan k SMK krn dftr online sdh tutup,sebab kami pndah KK DKI. Bgmna proses dftr KPJ nya u msuk sklh thn ini jg hrs msuk swasta krn PerGub KK cekout u dftr PPDB ajaran 2020-2021.
Kmna saya bs memproses KJP plus u anak saya

Reply

Leave a Comment