Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tujuh partai akan menempati gedung DPR RI atau Senayan setelah memenuhi syarat Ambang Batas Parlemen (PT).
Tujuh partai politik akan memilih eksekutif mereka di Parlemen jika pemilu berlangsung pada saat pemungutan suara.
Survei dilakukan pada 27 Juli 2023 hingga 7 Agustus 2023 lalu secara tatap muka.
Berdasarkan hasil survei, ada dua partai yang tidak lolos ke Senayan dari sembilan parpol yang ada.
Tidak lolosnya dua partai tersebut lantaran tidak memenuhi persyaratan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.
Kedua partai politik itu yakni Partai Amanat Nasional atau PAN dan Partai Persatuan Pembangunan atau PP.
Berikut daftar tujuh partai politik yang elektabilitasnya di atas 4 persen.
Posisi teratas diraih oleh PDI Perjuangan dengan jumlah 24,4 persen.
Kemudian ada Partai Gerindra dengan perolehan 18,9 persen.
Selanjutnya diikuti Partai Kebangkitan Bangsa dengan capaian 7,6 persen.
Posisi keempat dengan capaian 7,2 persen digapai oleh Partai Golkar.
Kemudian ada Partai Demokrat dengan perolehan 7,0 persen.
Partai Keadilan Sejahtera yakni 6,3 persen dan Partai Nasdem dengan angka 5,9 persen.
Sementara dua parpol yang tidak lolos itu yakni PAN mempunyai elektabilitas 3,4 persen dan PPP 1,6 persen.
Survei ini juga menangkap elektabilitas partai politik nonparlemen dan partai-partai baru.
Hasilnya, tidak ada yang elektabilitasnya di atas 4 persen.
Di antara partai-partai tersebut, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) punya elektabilitas tertinggi yakni 3,4 persen, sedangkan partai-partai lainnya di bawah 1 persen.
Partai-partai itu adalah
Partai Hati Nurani Rakyat (0,8 persen),
Survei ini juga menangkap elektabilitas partai politik nonparlemen dan partai-partai baru.
Hasilnya, tidak ada yang elektabilitasnya di atas 4 persen.
Di antara partai-partai tersebut, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) punya elektabilitas tertinggi yakni 3,4 persen, sedangkan partai-partai lainnya di bawah 1 persen.
Partai-partai itu adalah
Partai Hati Nurani Rakyat (0,8 persen),
Partai Solidaritas Indonesia (0,8 persen),
Partai Garuda (0,5 persen),
Partai Gelora (0,4 persen),
Partai Ummat (0,2 persen),
Partai Bulan Bintang (0,1 persen), dan
Partai Buruh (0,1 persen).
Survei melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 27 Juli-7 Agustus 2023 dan melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi.
Metode ini menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error penelitian ±2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Survei ini dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas.
Elekatbilitas Capres
Berikut hasil survei elektabilitas Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies dalam dua bulan jelang pendaftaran capres di Pilpres 2024 mendatang.
Dari ketiga nama itu terdapat calon yang mengalami peningkatan kepopuleran.
Namun terdapat juga yang belum berubah signifikan.
Hasil eletabilitas tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas mulai 27 Juli hingga 7 Agustus 2023.
Dihasilkan bahwa dua bulan jelang pendaftaran kandidat tersebut menunjukkan elektabilitas bacapres masih dinamis.
Sementara elektabilitas Anies Baswedan belum berubah signifikan.
Survei Litbang Kompas yang dibiayai harian Kompas itu dilakukan secara tetap muka dengan dalam simulasi 3 nama.
Ketiga nama yang digadang-gadang akan maju itu yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Adapun hasil survei elektabilitas ketiga capres itu sebagai berikut.
Elektabilitas Ganjar Pranowo berada di posisi teratas yang bverada angka 34,1 persen.
Kemudian diikuti oleh Prabowo Subianto dengan perolehan 31,3 persen.
Sementara elekatbilitas Anies Baswedan berada di angka 19,2 persen.
Litbang Kompas menyebut elektabilitas Bacapres masih mungkin berubah, sebab hingga kini belum ada yang mengumumkan Bacawapres.
Bambang Setiawan, Peneliti Litbang Kompas mengungkapkan terjadinya perubahan elektabilitas ketiga capres tersebut.
“Konstelasi berubah sangat cepat terjadi koalisi-koalisi baru dan lain-lain itu tentu akan berpengaruh,” ujarnya dilansir dari Kompas TV, Senin (21/8/2023).
Sementara jika capres tersebut dihadapkan satu lawan satu, maka hasilnya sebagai berikut:
Jika Prabowo Subianto berhadapan dengan Ganjar Pranowo, maka Ketua umum Partai Gerindra itu memperoleh 52,9 persen dan Gubernur Jawa Tengah itu memperoleh 47,1 persen.
Sementara jika Ganjar Pranowo berhadapan dengan Anies Baswedan maka hasilnya Ganjar memperoleh angka 60,1 persen dan Anies 38,9 persen.
Kemudian, jika Prabowo Subianto berhadapan dengan Anies Prabowo, hasilnya yakni Prabowo memperoleh 65,2 persen dan Anis 34,8 persen.
Disarikan Oleh ARS

