Faktual.id
RAGAM INFO

Cina dan AS Berebut Pemilikan TikTok

Usai perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat, saat ini kedua belah pihak memperebutkan TikTok. Cina dengan tegas menentang rencana AS buat mengakuisisi industri aplikasi video TikTok.

Departemen perdagangan Cina berkata penjualan paksa TikTok hendak” sangat mengganggu” keyakinan investor global di Amerika Serikat.“ Bila kabar[tentang penjualan paksa] itu benar, Cina hendak dengan tegas menentangnya,” ungkap Juru Bicara Departemen Shu Jueting dalam konferensi pers

Menurutnya, persetujuan pemerintah Cina sangat berarti bila menyangkut konvensi yang potensial. Seluruh penjualan ataupun divestasi TikTok mengaitkan ekspor teknologi, serta prosedur perizinan administratif wajib dicoba cocok dengan undang- undang serta peraturan Cina.“ Pemerintah Cina hendak membuat keputusan cocok dengan hukum,” ucapnya.

Asumsi ini memanglah timbul sehabis upaya yang dicoba CEO TikTok Shou Chew dengan bersaksi pada anggota parlemen AS

kalau aplikasi tersebut tidak tersambung dengan pemerintah Cina dirasa menemui kegagalan guna menanggulangi kekhawatiran tentang keamanan nasional Dalam proses persidangannya, Shou Chew kerap diinterupsi oleh para anggota parlemen. Sehabis lebih dari 5 jam kesaksian, anggota parlemen melaporkan masih skeptis tentang upaya industri TikTok buat melindungi informasi pengguna AS.

Lebih dahulu, pemerintah AS lewat Komite Investasi Asing menuntut supaya TikTok dijual ke industri non- China, apabila mau senantiasa beroperasi di AS. Apabila ketentuan ini disanggupi, TikTok semacam bakal leluasa dari ancaman pemblokiran secara nasional. Beijing sendiri mulai memikirkan buat melindungi teknologi Cina mulai tahun 2020, di mana negeri ini sudah berikan sinyal dengan meningkatkan algoritme saran, salah satunya TikTok, ke catatan teknologi yang dibatasi buat ekspor. Urusan TikTok memanglah sangatlah berarti. Lantaran, TikTok jadi salah satu media sosial sangat terkenal di dunia di AS. Bagi survei lembaga Pew Research Center, dekat 67 persen anak muda AS ialah pengguna TikTok pada 2022. Tidak heran, bila ini memantik kekhawatiran tertentu untuk anggota parlemen serta pemerintah AS, terpaut informasi pengguna AS dibagikan ke pemerintah Cina.

Analis serta ahli hukum yakin kalau Beijing pada kesimpulannya bisa jadi lebih memilah TikTok buat meninggalkan pasar AS daripada menyerahkan algoritmenya. Disarikan Oleh MSLP
Sumber

Related posts

Satgas COVID-19 Sentil 2 Provinsi Paling ‘Bandel’ Soal Prokes

Tim Kontributor

Makin Gawat! Hari Ini Covid-19 RI Tembus Rekor 54.517 Kasus

Tim Kontributor

Teknologi Pengenalan Wajah Menjadi Andalan Rusia Untuk Cegah Virus Corona

Kontributor

Leave a Comment