Faktual.id
KOMUNIKASIPOLITIK

Bawaslu: Penyelenggara di 1.473 TPS Diintimidasi saat Penghitungan Suara

Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menemukan 1.473 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang penyelenggaranya diancam saat proses penghitungan suara.

Lolly Suhenti, Anggota Bawaslu, mengungkapkan adanya intimidasi yang terjadi terhadap penyelenggara atau terhadap kelompok yang menyelenggarakan pemungutan suara. (KPPS).

“1.473 TPS yang didapati adanya intimidasi terhadap penyelenggara,” kata Lolly di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Sebanyak 1.473 TPS tersebut tersebar di provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain adanya intimidasi, Bawaslu juga mendapati Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat di 11.233 TPS.

Lalu, ada 3.463 TPS yang didapati melakukan penghitungan suara dimulai sebelum waktu pemungutan suara selesai.

“2.162 TPS yang didapati adanya ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan surat suara yang sah dan surat suara yang tidak sah dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih,” tambah Lolly.

Kemudian, ada 1.895 TPS yang pengawas di TPS tidak diberikan model C Hasil Salinan.

Lolly mengatakan ada juga TPS yang saksi, pengawas, dan masyarakatnya tidak bisa melihat proses penghitungan suara.

“1.888 TPS yang didapati saksi, pengawas TPS, dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas,” ucap Lolly.

Sementara, anggota Bawaslu RI Puadi menyampaikan tindak lanjut atas setiap masalah di proses penghitungan suara.

Beberapa tindak lanjut itu yakni menyampaikan saran kepada KPPS agar memulai penghitungan suara setelah waktu pemungutan suara selesai, menggelar kroscek ulang terhadap hasil penghitunngan suara, hingga memastikan sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat.

Bawaslu juga menyampaikan saran kepada KPPS, saksi, dan masyarakat agar dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas.

“Berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat mematuhi aturan, khususnya bebas dari intimidasi terhadap penyelenggara,” ujar Puadi.

 

Disarikan Oleh ARS

Sumber

Related posts

Berupaya Baik Untuk Mengatasi Pandemi, Vaksin Nusantara Malah Mendapat Pro Dan Kontra Para Elit Politik

Tim Kontributor

Yusril: Gugatan Batas Usia Capres Bukan Agenda Jokowi dan Bikin Repot

Tim Kontributor

Demokrat Bawa Bukti Tambahan

Tim Kontributor

Leave a Comment