Faktual.id
RAGAM INFO

Wali Kota Sutiaji Akan Berakhir Di Kabupaten Malang

Wisata pantai di pesisir selatan Kabupaten Malang, menjadi titik finish gowes Wali Kota Sutiaji. Bagian umum Pemkot Malang mengemban tugas menentukan jalur gowes hingga rute terakhir, sebelum sepeda yang dipakai gowes diangkut kendaraan kembali ke Kota Malang.

“Kenapa finishnya di sana, jarak antara Kota Malang dan Kondang Merak begitu jauh, kemudian medan-medan di sana cukup menantang. Ini yang pada akhirnya butuh tempat loading sepeda untuk kembali ke Kota Malang. Ini yang kemudian kemarin finishnya ada di sana,” jawab Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso kepada wartawan.

“Tidak direncanakan untuk transit dalam waktu lama. Jadi transit sementara yang selanjutnya dilakukan persiapan balik ke Kota Malang. Kita hanya 60 menitan, waktu itu,” sambung Erik.

Erik mengaku, bagian umum Pemkot Malang mengemban tugas menentukan jalur gowes, sampai dengan rute terakhir. Komunikasi antar jajaran telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

“Komunikasi antar jajaran sudah dilakukan oleh bagian umum yang bertugas menyiapkan jalur gowes hingga lokasi finishnya,” bebernya.

Mantan Kadis Lingkungan Hidup Kota Malang ini membantah, ada pemaksaan untuk masuk wisata Pantai Kondang Merak berada di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, tempat dipilih sebagai finish gowes.

“Tidak ada pemaksaan masuk sama sekali tidak ada. Tetapi di sana kami menginformasikan bahwa ada proses-proses komunikasi yang sudah kami lakukan sebelumnya. Bahkan posisi rombongan kami posisi sudah di dalam,” tambahnya.

“Rombongan (Gowes) awal kami posisi sudah di dalam. Di situ kemudian ada dilema ini, artinya yang di dalam kita minta untuk keluar. Ini yang kemudian kami komunikasikan. Ternyata diberi kesempatan untuk transit sebentar melakukan loading-loading sepeda yang ada,” sambungnya.

Sementara adanya mobil dinas dalam kegiatan gowes tersebut, turut dijelaskan oleh Erik.

“Terkait mobil dinas, itu kaitannya bahwa di beberapa perangkat daerah memang ada komunitas gowes rutinitas. Mobil-mobil ini yang kemudian menjadi sarana untuk loading karena dengan rute yang jauh tidak mungkin dilakukan dengan PP (pulang-pergi),” tutur Erik.

Sumber

Related posts

SK Copot Rektor UIN Riau Dibatalkan PTUN, Apa Alasan Menag Yaqut Ingin Mengajukan Banding?

Tim Kontributor

Kesederhanaan Diri Seorang Presiden

Tim Kontributor

Kasus Perdagangan Manusia Cukup Mengkhawatirkan Kedutaan Besar RI Menyerukan Warga Indonesia Tidak Menerima Tawaran Bekerja Sebagai ART Di Turki

Tim Kontributor

Leave a Comment