Faktual.id
Traveling

MENIKMATI WISATA ALAM KAWAH IJEN

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah blue fire di dalam kawah yang terletak di puncaknya. Pendakian gunung ini bisa dimulai dari dua tempat. Pendaki bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso.

Tips Mengunjungi Kawa Ijen :

Karena wilayahnya yang berupa pegunungan, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum mengunjungi Kawah Ijen, yaitu

1. Pakaian Hangat
Jangan lupa membawa atau memakai pakaian hangat saat mendaki. Jika Anda memutuskan untuk datang di musim penghujan, risiko kehujanan dan pakaian menjadi basah lebih tinggi. Untuk itu, selalu sedia pakaian ganti di dalam ransel.

2. Syal
Selain pakaian hangat dan jaket, Anda juga bisa memakai syal. Bagi yang tidak terbiasa dengan udara dingin, atmosfer pegunungan bisa cukup mengagetkan untuk tubuh. Syal bisa membuat Anda tetap hangat dan nyaman sepanjang perjalanan.

3. Olahraga
Kontur pendakian menuju Kawah Ijen bisa cukup melelahkan bagi sebagian orang, apalagi jika Anda tidak pernah berolahraga. Ada baiknya untuk melakukan latihan fisik ringan seperti jogging atau berenang untuk melatih stamina dan pernapasan selama mendaki gunung.

Untuk waktu pendakiannya yang baik ialah diantara berikut :

 

 

1. Antara Bulan Desember Sampai Januari

Di akhir Desember, intensitas kabut yang menyelimuti puncak Gunung Ijen cenderung sudah lebih tipis. Pengunjung bisa melihat panorama blue fire dan Danau Kawah Ijen yang cantik tanpa terhalang kabut tebal.
Sayangnya, bulan Desember sampai Januari masih termasuk dalam musim penghujan di Indonesia. Ada baiknya, Anda membawa perbekalan yang cukup serta persiapan matang sebelum mendaki ke puncak gunung.

2. Antara Bulan Juli Sampai September

Nah, musim panas yang jatuh pada bulan Juli sampai September merupakan waktu favorit pendaki untuk mengunjungi Kawah Ijen. Tanpa hujan, permukaan tanah akan menjadi lebih kering, dan memudahkan waktu pendakian.
Selain itu, sinar matahari juga lebih cerah di musim kemarau, sehingga membuat Anda tidak terlalu kedinginan karena hawa pegunungan.

3. Mendaki di Pagi Hari

Jika Anda sudah memutuskan kapan akan berangkat ke Kawah Ijen, hal penting selanjutnya adalah memutuskan waktu berangkat. Sebaiknya, perjalanan dimulai saat pagi hari, mengingat udara yang masih dingin dan sejuk, serta kabut pegunungan yang akan menemani Anda sepanjang perjalanan.

Biasanya, wisatawan akan memulai perjalanan pada pukul 05.00 atau 06.00, dan sampai di puncak tiga sampai empat jam kemudian.

Risiko mendaki di siang hari adalah kencangnya angin yang berhembus. Hal itu menyebabkan gas belerang mudah terbawa udara dan mengganggu pernafasan Anda.

4. Mendaki Saat Malam Hari

Waktu favorit para pendaki untuk mengunjungi Kawah Ijen adalah di malam hari. Kebanyakan dari mereka memulai perjalanan pada pukul 22.00, dan berjalan santai menuju puncak. Sesampainya di sana, Anda bisa mendirikan tenda dan berkemah semalaman menanti tibanya fajar.

Di waktu subuh, pemandangan dari atas gunung tampak begitu memesona. Anda bisa melihat selimut kabut di atas Kawah Ijen perlahan pudar, diiringi panorama matahari terbit yang indah. Dijamin, perjalanan menuju puncak yang melelahkan tidak akan sia-sia.

 

 

Penulis : Jodi Hardiansyah STISIP WIDURI

Related posts

10 Desa Wisata Tersembunyi di Indonesia, Jelajahi lewat Tur Virtual

Tim Kontributor

NIKMATNYA TRAVELLING PAS JOMBLO

Tim Kontributor

SEDIKIT MENGUTAS SEJARAH SETELAH MELETUSNYA GUNUNG TAMBORA

Tim Kontributor

Leave a Comment