Faktual.id
RAGAM INFO

Cara Kerja Vaksin Booster

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir dan berbagai varian baru dari virus Corona pun terus bermunculan. Karena itu, pemerintah pun mulai menyediakan vaksin booster untuk meningkatkan perlindungan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyarankan agar semua orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan booster.

Sebab, vaksin booster membantu meningkatkan efektivitas vaksin dan mengurangi kemungkinan Anda terinfeksi Covid-19. Vaksin booster juga membantu Anda untuk terhindar dari gejala parah dan rawat inap ketika terpapar virus Corona.

Bagaimana cara kerja vaksin Booster? Menurut pakar pengobatan darurat dari CareHive Health di Austin, Texas, Suneet Singh, vaksin berfungsi menciptakan respons kekebalan di dalam tubuh agar siap untuk melawan paparan penyakit berikutnya.

“Pada dasarnya, vaksin membantu melatih tubuh untuk melawan infeksi dan membantu mengembangkan respons kekebalan yang bertahan lama, ” ucap Singh.

Akat tetapi, beberapa jenis vaksin memerlukan dosis tambahan, yang kita sebut dengan istilah vaksin booster. Vaksin booster membantu meningkatkan kadar antibodi saat efektivitas vaksin yang telah diberikan berkurang.

“Efektivitas vaksin Covid-19 biasanya berkurang setelah lima hingga enam bulan. Karena itu, kita memerlukan vaksin booster untuk meningkatkan efektivtasnya,” ungkap Singh.

“Dengan menerima booster vaksin Covid, kita bisa menerima kekebalan protektif terhadap varian Omicron,” tambahnya.

Menurut Singh, semua jenis vaksin Covid-10 telah terbukti memberikan perlindungan yang fektif terhadap berbagai varian virus Corona. “Akan tetapi, tingkat antibodi yang diberikan vaksin akan menurun. Karena itu, kita perlu booster untuk mencegah infeksi lebih lanjut,” tambah Singh. Jika Anda telah menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, Anda perlu mendapatkan vaksin booster untuk mendapatkan perlindugan Covid-19.

Bagaimanapun juga, efektivitas vaksin tersebut akan menurun. Dengan mendapatkan vaksin booster, Anda bisa terhindar dari gejala parah dan kemungkinan rawat inap jauh lebih kecil. beberapa vaksin memerlukan dosis [tambahan], [atau booster], sejak pemberian awal.” DIsarikan Oleh MSLP
Sumber 

Related posts

Kondisi Terbaru Jembatan Pulau Balang Penghubung Ibu Kota Baru RI

Tim Kontributor

Presiden Ukraina Tanya Apakah Barat Takut Rusia

Tim Kontributor

Warga Gunung Semeru Membutuhkan Bantuan

Tim Kontributor

Leave a Comment