Faktual.id
EKONOMI

Apa yang membuat Erdogan Bisa Menang Walaupun Inflasi dan Lira Anjlok?

Recep Tayyip Erdogan sukses memenangkan pemilihan umum presiden Turki. Erdogan mengalahkan pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu pada pemungutan suara putaran kedua pada Ahad( 28/ 5/ 2023). Dengan 99, 43 persen suara sudah dihitung, hasil pemungutan suara awal yang diumumkan oleh Dewan Pemilu Turki( YSK) menampilkan Erdogan menang 52, 14 persen sedangkan lawannya cuma 47, 86 persen.

Erdogan sudah jadi pemimpin Turki selama 20 tahun. Beberapa kali Erdogan dikejutkan oleh krisis politik semacam demo besar, tuduhan korupsi, kudeta militer, serta gelombang pengungsi dari Suriah. Belum lama ini, warga Turki pula hadapi tekanan ekonomi akibat inflasi yang meroket dan sebagian warga pula lagi dalam pemulihan akibat gempa besar pada Februari lalu. Walaupun diterpa badai semacam itu, Erdogan senantiasa dapat mencuri hati para rakyat Turki serta memenangi pemilu.

Apa yang membuat Erdogan tetap menang pemilu?

Dilansir dari AP, tokoh berumur 69 tahun itu sukses memperoleh loyalitas yang dalam dari kelompok konservatif serta religius. Erdogan sering menonjolkan nilai- nilai Islam di negeri yang mengusung sekularisme tersebut. Tidak cuma itu, Erdogan pula sukses menampilkan kekuatan Turki di panggung dunia dengan jadi penengah antara Timur serta Barat.

Rakyat Turki dinilai lebih memilah stabilitas di masa- masa susah saat ini.” Pemilih tidak mempunyai keyakinan terhadap oposisi buat memperbaiki banyak hal,” ungkap analis dari Middle East Institute Gonul Tol.

Lawan Erdogan, Kilicdaroglu merupakan seseorang ekonom serta mantan anggota parlemen. Ia berjanji bakal merombak kebijakan ekonomi Erdogan yang sudah merangsang inflasi besar. Akan tetapi, perihal ini tidak dapat menembus pendukung Erdogan.

” Amati gimana pencapaian negara kami dalam 20 tahun terakhir.( Oposisi) malah bakal bawa kami kembali ke 50- 60 tahun yang lalu,” ungkap Bekir Ozcelik, seseorang penjaga keamanan di Ankara.

Bagi Ozcelik, tidak ada pemimpin lain yang dapat mengimbangi Erdogan. Perihal ini ikut menegaskan, keberhasilan Erdogan dalam menampilkan kapasitas Turki selaku pemain besar dalam tatanan geopolitik.

Salah satu tantangan besar yang dialami Erdogan merupakan perekonomian. Tata cara ekonominya dalam menggeber belanja pemerintah sekaligus merendahkan tingkatan suku bunga sudah membuat tingkatan inflasi meroket tajam.

Inflasi tahunan Turki pada April 2023 memanglah telah melandai jadi” cuma” 43, 68 persen( yoy). Kebijakan tidak biasa yang diterapkan Erdogan memacu krisis lira pada akhir 2021 serta membuat inflasi sempat menembus 85, 51 persen pada tahun lalu.

Buat melindungi daya beli warga, Erdogan tingkatkan pendapatan pegawai sektor publik, tingkatkan duit pensiun, serta mengizinkan jutaan orang mengajukan pensiun dini. Ia pula membagikan subsidi listrik serta gas dan penghapusan beberapa kredit perumahan.

Perihal ini ikut membuat warga Turki tidak ingin meninggalkan Erdogan. Mustafa Ozturk, salah seseorang masyarakat, mengaku standar hidupnya saat ini wajib diturunkan akibat inflasi. Akan tetapi, bagi ia, perihal ini tidak cuma dialami di Turki tetapi negeri lain di dunia sebagai dampak pascapandemi.

” Ini bukan salah Erdogan,” ucapnya.

Disarikan Oleh JMKP

Sumber

Related posts

Bos Indofood Bantah Harga Mi Instan Yang Akan Naik 3 Kali Lipat

Tim Kontributor

Dilema mahasiswa di era pandemic covid -19

penulis

Ini Borok Tanah Abang Yang Menjadi Sebab Pembeli Kabur

Tim Kontributor

Leave a Comment