Faktual.id
POLITIK

Silvany Austin Pasaribu Pukul Telak Vanuatu yang Bahas soal Papua di Sidang Umum PBB

Silvany Austin Pasaribu sontak menjadi sorotan publik, pasalnya ia memukul telak perwakilan Vanuatu dalam sidang PBB.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (28/9), perwakilan Vanuatu yakni Perdana Menteri Bob Loughman dalam sidang tersebut mengungkit soal pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Silvany menyebut, Vanuatu memiliki obsesi yang berlebih soal Papua.

Setiap tahun negara kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik sebelah selatan itu selalu menyinggung soal pelanggaran HAM di bumi Cenderawasih itu.

Sidang yang digelar pada Sabtu (26/9), Silvany mengatakan sikap Vanuatu memalukan karena terlalu ikut campur urusan negara lain. ia juga menegaskan Vanuatu bukanlah perwakilan warga Papua sehingga tak semestinya terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Atas aksinya tersebut, Silvany mengundang decak kagum publik di Tanah Air dan membuat publik penasaran terhadap sosoknya.

Silvany merupakan salah satu diplomat muda Indonesia yang bertugas disana. diketahui ia lulusan Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat.

Ia lantas berkarir di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan mendapat gelar S2 setelah berkuliah magister di Universitas Sydney, Australia.

Silvany juga pernah bertugas sebagai atase kedutaan RI di inggris sebelum bertugas di Kantor Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York.

Saat Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 2018, SIlvany masih tergolong pegawai baru kemenlu.

Meskipun demikian, ia sudah terjun menjadi liason officer (LO) dalam acara tersebut. Sumber

“Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan.” Fatima Aprilia Wijaya/MMD1

Related posts

SUMPAH PEMUDA DAN POLITIK PERGERAKAN KAMPUS

Tim Kontributor

PENOLAKAN MAHASISWA TERHADAP OMNIBUSLAW, TEPATKAH ?

penulis

Mengenal Joe Biden, Saingan Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat mendatang

Tim Kontributor

1 comment

Agus mendrofa 29 September 2020 at 12:53

yah Vanuatu berulah lagi, negara kecil tapi terlalu banyak mengurus urusan negara lain.
mungkin perlu di kirim 1 Batalyon dlu ke sana 😅

Reply

Leave a Comment