Faktual.id
EKONOMI RAGAM INFO

Si Hoki yang Sialan

Jakarta-Faktual.id Fenomena orang dalam di dunia kerja sudah tak asing lagi bagi para Joobseker, misteri satu ini sering kali menjadi hambatan bagi para pencari kerja lain. Bagaimana tidak? Joobseeker yang setidaknya memiliki standar keahlian yang mumpuni untuk bisa masuk disebuah bidang yang ingin dilamar, namun terhalang sudah oleh Joobseeker yang mempunyai kenalan Orang Dalam. Lalu apakah ini menjadi sebuah Hoki bagi yang punya orang dalam atau justru Sialan bagi si Joobseeker yang tidak punya kenalan orang dalam.

Di satu sisi, fenomena ini tentu saja menjadi pengingat pentingnya networking dalam dunia kerja. Semakin luas network, semakin luas pula kesempatan untuk mendapatkan rekomendasi bekerja. Lalu, apakah salah jika lolos seleksi dengan bantuan orang dalam?

Menurut saya sendiri sebagai penulis menggunakan orang dalam melamar di sebuah perusahaan atau kantor, tentu tidak salah. Dalam hal ini, rekomendasi hanyalah sebatas referral. Artinya tanpa usaha untuk mempengaruhi maupun memaksa pihak Recruiter/HRD dalam pengambilan keputusan. Sejatinya, karyawan tersebut hanya bertindak sebagai kurir atau penghubung dalam menyampaikan resume orang yang dikenalnya.

Sebagai penulis saya teringat ketika pernah melamar disebuah perusahaan, dan menyaksikan juga bagaimana para Jobseeker masuk dengan bantuan orang dalam. Terlihat tidak adil memang tapi itulah realita dalam dunia kerja. Akan ada kasus seperti itu disekitar kita.

Jadi, kalau melihat dari sisi lain, saya rasa tidak masalah menggunakan orang dalam selagi si pelamar tersebut mempunyai standar yang tinggi dalam bidang yang dilamar, tetapi juga sebaliknya ketika pelamar tidak bisa diandalkan dan sama sekali tidak punya skill maka dalam hal ini tentunya perusahaan akan merasa dirugikan, Yaa.. merekrut karyawan yang tidak punya pengalaman di bidang yang dilamar sama halnya bagaikan membeli kucing dalam karung. Penulis : Agus Mendrofa

Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan.” Agustinus Mendrofa/MMD2

Related posts

ADVETORIAL STISIP WIDURI

Tim Kontributor

Sejarah Tercetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Tim Kontributor

Polisi Endus Dugaan Korupsi 1M Dana Siswa Asrama di Papua

Tim Kontributor

Leave a Comment