Faktual.id
RAGAM INFO Traveling

Pantai Tureloto “Laut Mati”Nya Indonesia

Pantai ini disebut sebagai “Laut Mati”nya Indonesia karena kadar garamnya yang tinggi, bahkan dilaut ini kalian ga perlu takut tenggelam karena kalian bisa langsung mengapung tanpa perlu berenang.

Berada di Kepulauan Nias Pantai Tureloto ini terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Propinsi Sumatera Utara, nah sayangnya belum ada transportasi umum yang bisa mengantarkan kalian, untuk bisa sampai ke pantai ini kalian harus menyewa kendaraan dari bandara niaka nias ataupun dari kota gunung sitoli, tarifnya sekitar 250.000-300.000 per satu kendaraan, setelah itu kalian akan menempuh jarak sekitar 2 jam untuk bisa sampai dibibir pantai, setelah sampai kalian tidak perlu membayar tiket untuk bisa masuk kepantai ini alias gratis.

Kalau dari ceritanya sih hamparan batuan karang ini muncul sejak kepulauan nias dilanda gempa pada tahun 2005, akan tetapi hamparan karang ini malah menjadikan pantai ini semakin unik dan juga indah, kita juga bisa melihat jejeran karang yang seolah membentuk seperti benteng dibeberapa ratus meter dari bibir pantai, nah benteng karang inilah yang membuat ombak dipantai ini menjadi tenang, seolah-olah kita bermain-main dikolam renang alami yang eksklusif

Selain berenang kalian juga bisa berkeliling pantai dengan sampan alias perahu bermotor, tarifnya 10rb saja untuk satu orang dengan waktu keliling sekitar 30 menit, kalaupun kelaparan kalian ga perlu khawatir karena disekitaran pinggir pantai cukup banyak terdapat warung-warung yang menjajakan masakan khas laut yang bisa kalian nikmati mulai dari 50rb-100rban.

Tulisan ini adalah karya pembelajaran jurnalistik mahasiswa STISIP Widuri atas nama AHMAD FAUZI
Kami sangat terbuka bila ada kekurangan dan koreksi, silahkan di masukan pada kolom komentar.

Related posts

Rekomendasi Buah-buahan Kaya Vitamin untuk Pasien COVID-19 Agar Lekas Pulih

Tim Kontributor

5 Tips Berwisata pada Musim Hujan agar Tetap Aman

Tim Kontributor

welas asih wanita dalam kehidupan

Tim Kontributor

Leave a Comment