Faktual.id
EKONOMI

Mahasiswa Sambut Baik Kuota Internet Gratis untuk Belajar Jarak Jauh

Pemerintah Jokowi memberi bantuan pulsa untuk pelajar maupun mahasiswa guna menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Belajar secara virtual melalui telepon genggam diterapkan untuk menekan penularan virus corona.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan dana Rp7,2 triliun untuk kebijakan bantuan kuota internet gratis hingga Desember mendatang. Nantinya, bantuan ini akan diterima oleh peserta didik maupun pendidik di Indonesia untuk menyelenggarakan PJJ.

Kuota data internet pun terbagi menjadi dua yaitu kuota umum dan kuota belajar. Nantinya, kuota umum digunakan untuk membuka berbagai jenis aplikasi pembelajaran. Sedangkan kuota belajar hanya diperuntukkan bagi membuka aplikasi khusus belajar.

Nantinya, setiap bulan siswa akan mendapat 35 GB, kemudian guru akan mendapat kuota 42 GB per bulan, sedangkan dosen dan mahasiswa akan mendapat kuota 50 GB per bulan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim hari ini, Jumat (2/9) meresmikan kebijakan bantuan kuota internet untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam peresmian ini, Nadiem pun mengundang beberapa perwakilan penerima manfaat dari bantuan ini secara virtual.

Salah satu penerima manfaat yang diundang Nadiem adalah Haris Munandar. Haris merupakan mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sempat terjadi dialog antara Nadiem dengan Haris. Nadiem menanyakan tantangan terbesar apa yang harus dilalui mahasiswa selama menjalani PJJ. Kepada Nadiem, Haris bercerita selama ini uangnya habis untuk membeli kuota demi bisa mengikuti kegiatan perkuliahan

“Bagaimana ini selama PJJ ini mengerjakan tugas-tugas kuliah? Tantangannya luar biasa pasti,” tanya Nadiem kepada Haris dalam Acara Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Dana Internet Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (25 September 2020).

“Jadi sebelum mendapatkan bantuan itu ya saya sangat tahu sekali berapa giga(byte) yang habis. Jadi itu kalau satu kali video conference habisnya itu hampir 1 GB. Dulunya, sebelum dapat bantuan, jadi duit itu habis-habis membeli kuota,” jawab Haris.

Haris menjelaskan kegiatan video conference melalui aplikasi paling banyak memakan kuota. Sedangkan dalam seminggu paling tidak dia harus mengikuti video conference sebanyak 10 kali.

“Itu kalau satu dalam satu minggu (video conference) itu bisa 10, lebih dari 10. Jadi bisa dibayangkan kalau dalam sebulan. Apalagi (saat) ini mahasiswa PKKMB kan, pernah satu harian dari pukul 08.00 (pagi) sampai pukul 04.00 (sore) itu data yang dihabiskan sekitar 3 GB,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan pemerintah ini, Haris sangat bersyukur bisa menghemat pengeluran. Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, bantuan ini dapat menunjang kegiatan perkuliahannya.

“Alhamdulillah, sekarang ini sudah mendapatkan bantuan sebanyak 50 GB juga ditambah bantuan dari Tri 30 GB dan 6 GB. Jadi itu sangat membantu, apalagi untuk tugas, ya, saya sebagai mahasiswa khususnya Informatika, untuk browsing seperti di internet, alhamdulillah terbantu. Jadi, overall, dengan program ini saya sangat terbantu,” ungkapnya.

Haris berharap bantuan ini dapat didistribusikan secara merata di seluruh Indonesia. Sebab, di wilayah tempatnya tinggal masih ada daerah yang infrastruktur sinyalnya belum memadai.

“Cuma ada di daerah kami yang memang (belum semua) bisa menikmati. Apalagi saya di daerah perbatasan. Jadi di daerah perbatasan itu masih ada yang belum dapat yang namanya infrastruktur sinyal, apalagi di dekat perbatasan Malaysia itu sangat sulit yang namanya sinyal. Itu kalau mau dapat pun harus di satu tempat saja,” cerita Haris.

Sumber:

 

Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon di maafkan” Lutvinda Bariq/MMD1

Related posts

Masa Pandemi, Ridwan Kamil Meminta PNS Jabar Jangan Banyak Menabung

Tim Kontributor

Meriahkan HUT ke-75 RI, Pelanggan Cukup Bayar Tiket s.d 75%!

Tim Kontributor

KREATIVITAS DAN INOVASI MAHASISWA DALAM BERWIRAUSAHA

Tim Kontributor

Leave a Comment