Faktual.id
Kesehatan

Kondisi Pada Tubuh saat Mengalami Depresi

Depresi ialah kondisi kesehatan mental yang kompleks. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan seseorang memiliki suasana hati yang rendah serta terus menerus merasa sedih atau putus asa. Gejala tersebut bisa bersifat sementara atau respon terhadap kesedihan dan trauma. Namun bila hal itu terjadi lebih dari dua minggu, kondisi ini bisa menunjukan gangguan depresi serius.

Gejala depresi yang paling umum terjadi adalah gangguan emosional, seperti munculnya kesedihan, rasa bersalah, mudah tersinggung, dan perasaan putus asa. Penderita depresi juga sulit fokus atau berkonsentrasi. Depresi memang paling sering menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat, yang berpengaruh pada kemampuan kognitif. Tak jarang, banyak sekali orang yang tidak menyadari adanya gejala depresi hingga seringkali mengabaikannya. Selain itu, memang sulit memahami gejala depresi yang terjadi karena seringkali bermanifesasi pada reaksi fisik. Berikut ini beberapa reaksi fisik yang bisa terjadi pada penderita depresi:

  1. Gejala gastrointestinal

Penderita depresi seringkali mengalami masalah pencernaan, seperti mual, kembung, diare, atau sembelit. hal ini bisa terjadi karena adanya neurotransmitter di otak dan usus yang disebut serotonin. Serotonin berfungsi mengatur suasana hati sekaligus berperan dalam menjaga fungsi pencernaan. Itu sebabnya, kondisi otak kita juga bisa memengaruhi kesehatan pencernaan.

  1. Kekebalan tubuh melemah

Depresi dan stres juga dapat membuat sistem kekebalan bekerja kurang optimal, penderita depresi akan mudah sakit. Beberapa penelitian berhipotesis bahwa stres kronis dan depresi dapat menyebabkan respons peradangan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa infeksi, seperti flu biasa, umumnya tidak menyebabkan komplikasi serius. Namun, sistem kekebalan yang lemah membuat seseorang berisiko mengalami komplikasi infeksi atau tertular infeksi yang lebih sulit diobati.

  1. Gangguan tidur

Depresi dan sulit tidur bisa menjadi lingkaran setan berbahaya. Pasalnya, depresi ini seringkali memicu gangguan tidur dan tidur yang tidak berkualitas bisa akan memicu gejala depresi. Selain itu, gangguan tidur jangka panjang juga bisa memicu tekanan darah tinggi, diabetes, masalah terkait berat badan, dan beberapa jenis kanker.

  1. Berat badan naik atau meningkat tajam

Depresi bisa menyebabkan perubahan nafsu makan, yang memicu penurunan atau penambahan berat badan. Padahal, berat badan berlebihan bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan penyakit jantung. Di sisi lain, berat badan yang terlalu rendah bisa membahayakan jantung, memengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan.

  1. Peningkatan penyakit jantung

Depresi dapat menurunkan motivasi seseorang untuk memilih gaya hidup yang positif. Tentunya, kondisi ini bisa memicu risiko penyakit jantung. Depresi juga dapat menjadi faktor risiko independen untuk masalah kesehatan jantung. Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2015, satu dari lima orang dengan gagal jantung atau penyakit arteri koroner mengalami depresi. Sumber

” Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan” Helmilia Putri Adelita/MMD5.

Related posts

Meningkatnya Pesepeda di Tengah Pandemi Covid-19.

Tim Kontributor

Teh Hijau Untuk Menurunkan Berat Badan

Tim Kontributor

Polygon Rilis Sepeda Baru ! Apa Kehebatannya?

Tim Kontributor

Leave a Comment