Faktual.id
RAGAM INFO

Jokowi Dinilai ‘Cuci Tangan’ Jika Cuma Menegur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberi teguran keras terhadap menterinya. Jokowi menyoroti mulai dari kelangkaan minyak goreng hingga harga BBM jenis Pertamax naik. Apakah teguran Jokowi itu sinyal reshuffle bakal dilakukan?
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut teguran keras yang kembali dilontarkan Presiden Jokowi semestinya dijadikan momentum reshuffle. Analisisnya, saat ini adalah momentumnya.

“Mestinya ini jadi momen reshuffle kabinet. Sudah berulang kali Jokowi marah dan nyentil kinerja menteri yang tak sesuai harapan, kebijakan tak pro rakyat, dan menimbulkan polemik. Ini waktu yang pas bagi Jokowi menggunakan ‘tangan besi’ mengganti menteri yang kinerjanya buruk,” kata Adi kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Adi juga bertanya-tanya, untuk apa Presiden Jokowi mengumbar lagi teguran kerasnya untuk para pembantunya. Dosen politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu khawatir Jokowi malah dianggap ‘cuci tangan’ karena tak menindaklanjuti teguran keras itu dengan reshuffle.

“Untuk apa Jokowi marah dan sering sentil menteri kalau tak berujung reshuffle. Semua hanya akan jadi keluh kesah yang terkesan Presiden cuci tangan, sekadar menghindari kritik publik, tapi membiarkan menteri yang kinerjanya buruk,” tuturnya.

Karena itu Adi menyarankan Jokowi segera melakukan reshuffle. Dia menilai teguran dan sentilan Jokowi akan lebih bermakna jika sarannya itu didengar.

Seperti diketahui, dalam sidang Sidang Kabinet Paripurna 5 April seperti ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4), Presiden Jokowi menyoroti harga-harga bahan pokok yang mulai naik. Jokowi mewanti-wanti para pembantunya agar memerhatikan betul ucapan yang dilontarkan kepada masyarakat.

“Pangan maupun energi, apalagi ini menjelang Lebaran,” kata Jokowi.

Jokowi meminta anggota kabinet yang hadir untuk menetapkan kebijakan yang tepat untuk masyarakat. Jokowi mengingatkan para pembantunya agar tidak menyinggung masyarakat dengan ucapan maupun kebijakan yang tidak sensitif.

“Oleh sebab itu, seluruh yang hadir di sini, anggota kabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil itu tepat,” kata Jokowi.

“Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga menyentil soal tak ada penjelasan dari jajarannya terkait harga minyak goreng kepada masyarakat. Jokowi meminta jajarannya hati-hati karena dikhawatirkan muncul anggapan pemerintah tak bekerja.

“Jangan sampai kita ini seperti biasanya dan tidak dianggap oleh masyarakat melakukan apa-apa, tidak ada statement, tidak ada komunikasi harga minyak goreng sudah 4 bulan, tidak ada penjelasan apa-apa, kenapa ini terjadi,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyinggung tak ada penjelasan terkait harga Pertamax naik. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya memiliki empati kepada rakyat.

“Yang kedua Pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini. Hati-hati, kenapa Pertamax, diceritain dong pada rakyat. Ada empati kita gitu loh, nggak ada. Yang berkaitan dengan energi, nggak ada,” ujar Jokowi.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Dukung Penanggulangan Covid-19, BCA Buka Sentra Vaksinasi

Tim Kontributor

Sosok Inspiratif Dibalik Bengkel Medan Jaya Mobil

penulis

Anak Muda Di DKI Cenderung Tidak Puas Dengan Kinerja Presiden Jokowi

Tim Kontributor

Leave a Comment