Faktual.id
Komunikasi Politik POLITIK

Ini Perkembangan Terbaru Dari Kasus Korupsi Syahrul Yasin Limpo

Berdasarkan sumber, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai tersangka. Namun KPK belum mengumumkannya secara resmi kepada publik.

Namun, beberapa langkah awal dalam proses penyidikan sudah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satunya adalah dengan mencari beberapa lokasi.

Selain itu, lambat laun kasus korupsi ini juga terungkap. Apa yang kita ketahui tentang tuduhan korupsi selama ini?

Geledah Rumah Dinas SYL
KPK telah melakukan penggeledahan di Rumah Dinas SYL di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Penggeledahan dilakukan pada Kamis hingga Jumat (29/9).
Pada Kamis malam, ada 5 mobil Toyota Innova hitam yang diduga milik penyidik terparkir di halaman rumah dinas tersebut.
Sejumlah anggota polisi bersenjata laras panjang juga terlihat berada di pos penjagaan rumah. Selain itu, ada pula beberapa penyidik yang terlihat di bagian garasi rumah.
Penyidik KPK terlihat membawa alat penghitung uang ke dalam rumah tersebut. Penggeledahan semalam suntuk itu, berakhir pada Jumat siang.
Amankan Uang Puluhan Miliar
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di perumahan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (28/9/2023). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di perumahan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (28/9/2023). 
Dalam penggeledahan di Rumdin SYL, KPK mengamankan uang senilai puluhan miliar rupiah. Uang itu diamankan dalam bentuk mata uang asing maupun rupiah.
“Dari informasi yang kami peroleh dari tim penyidik di lapangan, dalam proses penyidikan dimaksud ditemukan antara lain sejumlah uang rupiah dan juga dalam bentuk mata uang asing,” kata plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (29/9).
“Sekitar, sejauh ini, puluhan miliar dalam penggeledahan yang dimaksud,” sambung Ali.
Selain uang, sejumlah catatan keuangan juga diamankan oleh penyidik KPK dalam penggeledahan tersebut.
“Sejumlah dokumen ditemukan di sana seperti catatan keuangan dan juga pembelian sejumlah aset yang bernilai ekonomis tentunya, serta dokumen lainnya yang terkait dengan perkara, ditemukan juga barbuk elektronik,” ucap Ali.
“Dari semua yang ditemukan dalam proses penggeledahan yang dimaksud, tim akan melakukan analisis untuk dijadikan barbuk perkara yang kami lakukan penyelesaiannya dalam proses penyidikan ini,” sambungnya.
Temukan 12 Senjata Api
KPK menemukan senjata api (senpi) dalam penggeledahan di Rumdin SYL. Temuan senpi tersebut langsung dikoordinasikan dengan kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya (PMJ).
“Apakah betul ada senpi? Kami jelaskan bahwa kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah DKI Jakarta, tentunya terkait dengan temuan yang ada dalam proses penggeledahan yang dimaksud,” kata plt juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di kantornya, Jumat (29/9).
Ali tidak menjelaskan secara spesifik jenis senpi tersebut. Dari informasi yang diterima kumparan, jumlah senpi yang ditemukan sebanyak 12 pucuk.
Temuan senjata api tersebut kemudian diteliti oleh pihak PMJ.
“Sejauh ini masih didalami melalui Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya dan akan berkoordinasi dengan Baintelkam Polri,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.
“Kan masih pendalaman, kan harus dicek, nanti dulu, kita kan baru terima, itu dulu,” lanjut dia.
Geledah Kementan
Kondisi Gedung A Kementerian Pertanian, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2023). Foto: Zamachsyari/kumparan
Kondisi Gedung A Kementerian Pertanian, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2023). 
KPK juga menggeledah Gedung A Kementan Pusat. Dua di antara ruangan yang digeledah adalah ruangan Menteri SYL dan ruangan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.
“(penggeledahan) Gedung A antara lain di ruang Menteri dan ruang Sekjen Kementan,” kata Ali Fikri.
Gedung A Kementerian Pertanian ini berada di Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.
Belum diketahui apa saja yang diamankan dalam penggeledahan tersebut.
Kasus di Kementan Terkait Pemerasan dalam Jabatan
Terdapat tiga klaster kasus dalam dugaan korupsi yang menjerat SYL ini. Salah satunya yakni terkait dugaan korupsi pemerasan dalam jabatan.
“Sejauh ini yang sedang kami lakukan proses penyidikannya terkait dengan perkara ini adalah berkaitan dengan dugaan korupsi,” kata Ali Fikri.
Perbuatan tersebut sebagaimana tertuang dalam Pasal 12 e UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
“Jadi kalau dalam konstruksi bahasa hukumnya, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu,” kata Ali.
“Tentu ini tempat kejadiannya adalah di Kementerian Pertanian. Pasalnya kalau kita lihat dalam UU Tipikor adalah (pasal) 12 e,” sambungnya.
SYL Sedang Dinas ke Spanyol
Mentan Syahrul Yasin Limpo kunjungi Screen House Almeria Spanyol. Foto: Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo kunjungi Screen House Almeria Spanyol. 
Berdasarkan keterangan dari pihak Kementan, SYL tengah berada di Spanyol. Dia tengah mengunjungi screen house hortikultura di wilayah Almeria pada Kamis (28/9) waktu setempat.
Adapun kunjungan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memenuhi undangan Food Agriculture Organization (FAO) untuk menguatkan sektor pertanian antarlintas negera.
Sebelum ke Spanyol, SYL mengikuti konferensi keamanan pangan yang diadakan FAO di Italia.
“Saya datang ke Almeria dan bertemu petani Pak Tomas untuk melihat apa-apa saja yang bisa diterapkan di Indonesia. Mengapa? Karena masalah pangan harus ditangani lintas negara,” kata SYL dalam keterangan dari Kementan, Jumat (29/9). Disertakan juga foto-foto kegiatan SYL di Almeria.
Di sana, SYL melihat secara langsung perkebunan screen house modern yang dibangun di atas lahan lima hektare. Lahan ini dulunya merupakan lahan marjinal atau lahan tandus karena selama ribuan tahun lalu hanya terisi gurun pasir.
Namun, pada 40 tahun terakhir warga setempat mulai memanfaatkannya sebagai lahan pertanian subur.
“Hasilnya cukup luar biasa karena saya melihat jenis green paper California khas daerah sini tumbuh subur. Bahkan saya melihat mentimun dari Monsanto yang ukurannnya besar-besar,” kata eks politikus Golkar yang kini di NasDem ini.
Disarikan Oleh ARS

Related posts

Eks Ketua MK Desak DPR Gunakan Hak Istimewa Atas Dugaan Jokowi Intervensi Kasus Setnov

Tim Kontributor

Ditengah Kemungkinan Batalnya Gibran Sebagai Cawapres, Prabowo Malah Mendekati Erick Thohir

Tim Kontributor

Hari Ini, Nasdem Dan PDI-P Bertemu Di KPU Untuk Mendaftarkan Bacaleg

Tim Kontributor

Leave a Comment