Faktual.id
Komunikasi Politik POLITIK

Harus Hati-hati Terhadap Ucapan Jokowi, Kadang Bertolak Belakang Ini Beberapa Pengamatan

Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengawasi setiap pernyataan Presiden Joko Widodo patut disikapi dengan hati-hati.

Hal tersebut disampaikan Ray Rangkuti dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Jumat (3/11/2023).

“Kita tetap harus hati-hati, bersikap menjaga-jaga terhadap ucapan-ucapan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi,” ucap Ray.

Menurut Ray, ada sejumlah perihal di mana pernyataan Presiden Jokowi tidak selaras dengan kenyataannya.

“Kalau kita mau memposisikan diri mau melihat, menjaga, dan juga bersikap terhadap pernyataan Presiden itu, ya tentu harus dibarengi dengan pernyataan-pernyataan dia sebelumnya dan tindak tanduk sebelumnya. Dalam kerangka itulah, tentu kita bisa bersikap terhadap pernyataan presiden,” kata Ray.

“Presiden sudah beberapa kali menyatakan sesuatu yang di lapangan itu berbeda ya. Misalnya beliau menyatakan akan mendorong anaknya itu tidak terlibat pilpres kenyataannya terlibat. Kemudian beliau juga pernah menyatakan bahwa tidak akan mendatangani hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) KPK, kenyataannya beliau menandatangani.”

Artinya, kata Ray, ini menunjukkan kepada publik apa yang disebutkan oleh Pak Jokowi tidak selalu seiring dengan apa yang dilakukannya.

“Bahkan terkadang bertolak belakang,” kata Ray.

Satu contoh lainnya, dijabarkan Ray soal Presiden Jokowi yang meminta ASN untuk bersikap netral pada Pilpres 2024. Tapi dalam hitungan hari, Presiden Jokowi justru menggelar pertemuan dengan relawan yang mendukung bakal paslon Prabowo-Gibran.

“Itu baru sehari atau dua hari setelah beliau menyatakan agar ASN itu bersikap netral, beliau sendiri sudah bertemu dengan relawan yang menyatakan dukungan kepada Prabowo Gibran, tentu saja dalam hal seperti itu akan menimbulkan efek apakah Pak Jokowi sungguh-sungguh mau berada di dalam jalur netralitas itu atau tidak,” kata Ray.

“Kalau mau sungguh-sungguh pastinya pertemuan-pertemuan yang merupakan bagian dari pemenangan pendukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden wakil presiden itu ya sudah harus dihindari oleh Presiden.”

 

Disarikan Oleh ARS

Sumber

Related posts

Usai Sebut Cak Imin Sahabat Lama, PKB Nilai Prabowo Belum Bisa “Move On”

Tim Kontributor

Nah Ini Teka-teki Gibran Izin ke Jakarta, Makan Siang Bersama Wapres Atau “Dikuningkan”?

Tim Kontributor

Setelah UGM & UII Kini Giliran Forum Guru Besar UNHAS Deklarasi Minta Jokowi Tetap Sesuai Koridor Berdemokrasi

Tim Kontributor

Leave a Comment