Faktual.id
Bisnis

Bioskop Kembali Dibuka, Ini Aturan Yang Harus Dipatuhi

Akhirnya, bioskop di Jakarta kembali diperbolehkan untuk buka. Hal ini sesuai dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk kembali melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kini Jakarta menerapkan PSBB Transisi. Bioskop yang sebelumnya ditutup dan dilarang beroperasi akhirnya dibuka, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dilihat detikcom dari dokumen Pengaturan PSBB Transisi dari Pemprov DKI Jakarta, Minggu (11/10/2020), bioskop sendiri diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25%. Kemudian, pengaturan tempat duduk harus dibuat berjarak minimal 1,5 meter.

Selain itu, di dalam bioskop pengunjung yang datang dilarang untuk lalu lalang ataupun berpindah tempat duduk. Yang tak kalah penting petugas bioskop juga wajib mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Kemudian dalam protokol kesehatan umum, pengelola juga wajib untuk mendata pengunjung yang datang. Pengelola harus menyediakan pencatatan pengunjung macam buku tamu, bisa juga dengan menggunakan teknologi digital.

Protokol ketat di atas juga akan berlaku untuk aktivitas publik di dalam ruangan lainnya. Misalnya meeting, workshop, seminar, pertunjukan teater, acara akad nikah, pemberkatan, hingga resepsi pernikahan.

Sebagai tambahan, apabila ada pelayanan makanan, bentuknya dilarang prasmanan. Kemudian alat makan dan minumnya pun wajib dan rutin disterilisasi.

Pemprov DKI Jakarta sendiri memilih memberlakukan PSBB bersifat transisi karena adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

“Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI. Sumber

” Tulisan ini adalah bagian dari tugas dan pembelajaran kelas Manajemen Media Digital. Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan” Nimas Rahma/MMD3

Related posts

Ambisi dan investasi dibalik pulau Rinca Taman Nasional Komodo vs Jurassic park, Luhut dan Jokowi.

Tim Kontributor

Bagi mahasiswa stisip Widuri Alasan Kenapa Semester 5 Terasa Lebih Capek daripada Sebelumnya

penulis

Rossi Soal MotoGP Indonesia: Saya Ngaku Sudah Enggak Sabar Balapan di Indonesia Tahun Depan

Tim Kontributor

Leave a Comment