Faktual.id
RAGAM INFO

Biden Puji Voting PBB

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyambut baik hasil voting Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menangguhkan keanggotaan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Biden memujinya sebagai voting bersejarah.
“Saya memuji voting yang luar biasa hari ini di Majelis Umum PBB untuk mengeluarkan Rusia dari Dewan HAM PBB. Ini merupakan langkah yang berarti oleh komunitas internasional yang lebih lanjut untuk menunjukkan bagaimana perangnya (Presiden Rusia Vladimir) Putin telah menjadikan Rusia sebagai paria internasional,” tegas Biden seperti dilansir BBC, Jumat (8/4/2022).

Diketahui bahwa voting yang digelar Majelis Umum PBB menunjukkan dari 193 negara anggota, 93 negara anggota di antaranya mendukung penangguhan Rusia dan 24 negara anggota lainnya menentang. Sementara 58 negara anggota lainnya abstain dan sisanya tidak berpartisipasi. Voting ini dicetuskan oleh AS.

Penangguhan keanggotaan Dewan HAM PBB membutuhkan dukungan dari dua pertiga negara anggota yang mendukung atau menentang, sementara abstain dan absen tidak dihitung. Langkah PBB menangguhkan Rusia dari Dewan HAM ini dianggap sebagai hukuman atas invasi yang dilancarkan Moskow ke Ukraina.

Biden dalam pernyataannya menyebut AS memimpin upaya untuk mengeluarkan Rusia setelah mendapati negara yang dipimpin Putin itu telah ‘melakukan pelanggaran HAM berat dan sistemis’.

“Pasukan Rusia melakukan kejahatan perang, Rusia tidak memiliki tempat di Dewan HAM. Setelah voting bersejarah hari ini, Rusia tidak akan bisa berpartisipasi dalam kinerja Dewan atau menyebarkan informasi keliru di sana karena Komisi Penyelidikan pada Dewan HAM menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia oleh Rusia di Ukraina,” tegas Biden dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs resmi Gedung Putih.

Dalam pernyataannya, Biden juga membahas situasi mengerikan mayat bergelimpangan di Bucha, Ukraina, yang memicu kecaman global terhadap Rusia. Otoritas maupun militer Rusia telah membantah tuduhan-tuduhan pembunuhan warga sipil di Ukraina, termasuk Bucha.

“Gambar-gambar yang kita lihat di Bucha dan wilayah Ukraina lainnya saat tentara Rusia mundur, sangat mengerikan. Tanda-tanda orang-orang diperkosa, disiksa, dieksekusi — dalam beberapa kasus mayat mereka dinodai — adalah kemarahan bagi kemanusiaan kita bersama,” sebut Biden.

“Kebohongan Rusia bukan tandingan untuk bukti tak terbantahkan soal apa yang terjadi di Ukraina,” tegasnya lagi.

“Kita akan terus bekerja dengan negara-negara bertanggung jawab di seluruh dunia untuk mengumpulkan bukti untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas kekejaman yang dilakukan, meningkatkan tekanan pada perekonomian Rusia, dan mengisolasi Rusia di panggung internasional,” tandas Biden.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Polisi Serahkan Perkara Doni Salmanan ke Kejagung

Tim Kontributor

Sanksi Kepada Masyarakat Yang Tetap Melakukan Mudik Pada Hari Raya Idulfitri Tahun Ini

Tim Kontributor

Penanganan Pandemi yang Lebih Merakyat

Tim Kontributor

Leave a Comment