Faktual.id
RAGAM INFO

Anggota Dewan Terpapar COVID, DPR Menerapkan Sistem WFH

Sebanyak 9 anggota dewan terpapar COVID-19. Menyusul hal itu, DPR menerapkan sistem work from home (WFH) dan sejumlah pembatasan aktivitas di gedung dewan.

“Sistem WFH (work from home) akan kembali diterapkan mulai hari ini,” kata Puan dalam keterangan.

Keputusan ini diambil usai dilakukannya Rapat Pimpinan (Rapim) DPR dan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI. Puan mengatakan sistem kerja kedinasan akan berlaku fleksibel dengan kapasitas kehadiran maksimal 50% setiap harinya.

Sedangkan rapat komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) dibatasi maksimal kapasitas 30 persen hingga pukul 15.30 WIB.

“Rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) dengan mitra kerja hanya akan dihadiri oleh maksimal 30% peserta dan maksimal sampai pukul 15.30 WIB sesuai jam kantor masa pembatasan sosial,” ujarnya.

Puan menyebut, rapat fisik yang berlangsung di Gedung DPR boleh dilakukan maksimal dengan durasi 2 jam. Pihak-pihak yang hadir di dalam rapat kerja pun dibatasi.

“Dari mitra kerja hanya Menteri dan pendamping saja yang hadir fisik, kemudian dari komisi yang hadir hanya pimpinan komisi dan kapoksi,” ungkap Puan.

“Peserta raker atau RDP (rapat dengar pendapat) wajib PCR atau tes antigen sebelumnya. Seluruh staf dan pendamping mengikuti rapat lewat live streaming,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Aturan pembatasan di area kompleks DPR yang berada di Senayan, Jakarta, mulai berlaku sejak tanggal 3 Februari 2022 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pembatasan aktivitas di area Gedung DPR diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Data terakhir, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menyebut sebanyak 142 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di lingkungan parlemen. Angka kasus ini bertambah sebanyak 45 orang dari angka terakhir yang tercatat sebanyak 97 orang.

“Jadi untuk hari ini yang positif, saya sebut positif, itu kemarin 97, kemarin sore, ditambah 45 orang, jadi 142 orang per kemarin,” kata Indra Iskandar kepada wartawan di kompleks parlemen.

Indra mengatakan anggota ataupun staf ahli yang terkonfirmasi positif sedang menjalani karantina mandiri. Dia menyebut pihaknya terus memonitor orang-orang di lingkungan DPR yang memiliki gejala COVID varian Omicron.

“Semua, baik anggota, tenaga ahli, maupun PPASN, kita lakukan karantina mandiri. Nah, beberapa ciri-ciri Omicron tentu itu menjadi catatan kami sehingga bagi yang dikarantina mandiri kita monitor gejala-gejalanya dalam 2 hari ini apakah sesuai dengan gejala-gejala Omicron,” ucapnya. Disarikan oleh MSLP

Sumber

Related posts

Sejarah Patung Si Gale-Gale

Tim Kontributor

Penopingan Rutin Dilakukan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat

Tim Kontributor

Pengunggah Foto Ma’ruf Amin-Kakek SugionoTertangkap di Kediamannya

Tim Kontributor

Leave a Comment