Faktual.id
RAGAM INFO

Anak Perempuan Yang Diasuh oleh Ayahnya

Anak perempuan ini bernama Helmilia Putri Adelita biasa akrab dipanggil Deli. Saat ini ia sudah beranjak dewasa. Umurnya sudah 19 tahun dan sedang menjalani pendidikan Sekolah Tinggi di STISIP Widuri Jakarta. Deli lahir di kota Jakarta pada Maret 2001 dan ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara (tiri).

Ia lahir dan tumbuh atas didikan dan kasih sayang dari kedua orangtua yang sangat ia cintai dan hormati, Beliau adalah Bapak Alim dan (Almh) Ibu Siti Nurhikmah. Kini, ia tinggal bersama orang tua dan adik (tiri)nya

Ayahnya menjadi seorang wiraswasta dan lebih tepatnya menjadi seorang montir mobil di usaha milik nya sendiri. Sedangkan ibu kandung nya telah lama meninggal. Ayah nya menikah lagi sejak Deli duduk dibangku sekolah SD kelas 4, ibu sambung nya bernama Lusiana, sekarang kegiatan sehari-hari nya menjadi ibu rumah tangga.

Ibu kandung Deli telah berpulang dan dimakam kan di kampung halamannya, tepatnya di Salatiga, Jawa Tengah. Beliau meninggal karena ia sakit. Deli ditinggal ibu nya sejak duduk dibangku SD kelas 1, dimana anak se belia itu masih butuh bimbingan lebih dari kedua orangtua nya. Seperti tidur siang, bimbingan belajar, makan disulangi seperti anak-anak yang lain. Dan karena tidak ada yang menjaganya dirumah, setiap pulang sekolah ia ikut ayah nya ke bengkel. Makan tidak teratur, tugas sekolah terlantar karena ayah nya juga harus membagi fokusnya terhadap pekerjaannya. Tetapi di tiap jam 2 siang Deli harus pulang karena ia mengaji.

Kepergian ibu nya ini menghadirkan perubahan peran pada pasangan suami istri. Ayah yang semula berperan sebagai pencari nafkah keluarga. Kemudian merangkap pula peran sebagai ibu. Sebagai orang tua tunggal, sosok lelaki yang kerap ia panggil dengan sebutan “papah” ini juga dihadapkan pada realita bahwa ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Tetapi ada anak di rumah yang juga menunggu nya pulang. Tidak ada yang menemani karena ketiadaan sang ibu. Belum lagi jika menyentuh urusan batin. Dalam pola pengasuhan, karena ibu selalu dikenal lebih dekat pada anak-anak ketimbang sosok ayah. Jadi, sosok ayah pun dituntut untuk tak perlu malu-malu memerankan hal yang sama. Meski dalam kemasan yang berbeda. Yang terpenting, anak tetap merasa memiliki keluarga yang utuh dan sempurna.

Ada beberapa cerita yang menurut Deli mengharukan dan masih ia ingat sampai sekarang. Yaitu, di saat ia masih kecil. Tepatnya di hari ulang tahun nya, ia sedang sakit dan kondisi nya saat itu ayah nya sedang banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ayahnya nampak bingung apa dulu yang harus dikerjakan, pekerjaan nya sangat banyak

Tetapi disisi lain ia harus mengurus Deli dan ingin merayakan hari ulang tahun anak perempuannya itu. Ayah nya mengelus kepala Deli sambil berkata “Bentar dulu ya kak, doain bapaknya biar ngerjain mobil nya cepet selesai, kan uang nya nanti buat beli kue ulang tahun kakak, maka nya kakak cepet sembuh kan lagi ulang tahun” ucapnya lirih. Ucapan nya membuat Deli berfikir, bahwa tidak lah mudah menjadi dua sosok peran sekaligus.

Singkat cerita, saat Deli masuk ke tingkat pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Ia mengambil kejuruan Teknik Komputer Jaringan, yang dimana peserta didik nya lebih banyak murid laki-laki daripada murid perempuan. Di angkatan 2018 dari ratusan murid jumlah murid perempuan nya hanya 7 orang. Ayah Deli sempat khawatir, beliau takut ada kejadian yang tidak mengenakkan nanti nya, dan benar saja ada suatu masalah yang membuatnya sangat marah. Pada saat itu mata Deli sebelah kiri pernah terjepret karet yang dilapisi dengan tutup botol sampai mata nya bengkak dan ayah Deli sangat marah sekali saat itu. Keesokan hari nya beliau mendatangi ke sekolah dan memarahi teman nya yang mengaku hanya cuma bercanda. Semenjak kejadian itu ayah Deli selalu memberi nasihat  “Jadi perempuan jangan takut, jangan lemah, selagi itu bener, terus ada yang macem-macem lawan, gak usah takut. Jadi perempuan harus bisa bikin orang lain segen biar orang pada ga berani nyenggol”. Dan nasihat ini selalu Deli ingat sampai kapanpun.

Selama Deli dirawat oleh ayah nya sejak kecil hingga sampai saat ini, pelajaran yang ia dapat dari beliau ialah, “Jadi perempuan itu harus tangguh, tegas, mandiri dan pintar. Karena gak selamanya orang yang disayang akan terus-terusan mendampingi, dan suatu saat kaka punya anak dan anak kakak nanti butuh ibu yang kuat karena ibu itu manusia pertama yang bakal ditiru anak”.

Tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ibu ini menurut Deli tidak mudah, ia menjadi terlalu sensitif karena sulit mengelola emosi, kurang percaya diri yang dikarenakan hidup tanpa kasih sayang seorang ibu sering kali membuat ia beranggapan bahwa ia seringkali diabaikan dan tidak didengar.

Menjadi anak perempuan pertama bahkan menjadi satu-satu nya anak yang lahir selamat dari rahim alm. ibu nya, ia harus dituntut oleh keadaan agar memiliki bahu yang sekokoh langit dan hati yang selapang bumi. Tidak ada tempat meminta tolong selain kepada yang maha kuasa dan diri sendiri, tidak ada juga tempat untuk merengek yang akan membuatnya tampak lemah.

Tetapi di usia nya saat ini ia menarik kesimpulan pada alur cerita yang ia jalani bahwa hidup itu memang lah tidak sempurna. Kadang hal yang tak diharapkan terjadi mau tidak mau, siap tidak siap. Karena hidup harus terus berjalan, dan ia dipaksa untuk berdamai dengan keadaan dan juga dipaksa untuk menghadapinya. Apalagi salah satu hal yang tak diharapkan yang kadang menimpa ialah kehilangan orang yang di sayangi. Tetapi peristiwa ini mengajarkan nya agar menjadi anak yang tegar dalam kondisi dan situasi apapun.

Penulis : Helmilia Putri Adelita, Mahasiswa STISIP WIDURI

Related posts

Nasi Goreng Sampah, Gimana Ya Rasanya?

Tim Kontributor

Pembayaran non tunai jadi Gaya hidup Baru saat ini

Tim Kontributor

Si Hoki yang Sialan

Tim Kontributor

Leave a Comment