Faktual.id
RAGAM INFO

Ada Peringatan Baru WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali membawa kabar kurang mengenakkan terkait COVID-19. Pasalnya, dua pekan terakhir Corona dunia kembali meningkat, 7 persen lebih tinggi di minggu ini dibandingkan minggu lalu.
Sebagian besar kasus COVID-19 disumbang wilayah Pasifik Barat, tetapi kabar baiknya angka kematian terus menurun. Ada lebih dari 12 juta kasus mingguan baru dan kematian COVID-19 sepekan berada di bawah 33 ribu kasus.

“Ada penurunan 23 persen dalam kasus kematian,” demikian laporan badan kesehatan PBB tentang pandemi yang dikeluarkan Selasa malam, dikutip dari AP News, Kamis (24/3/2022).

Corona dunia yang kembali meningkat disebabkan karena subvarian Omicron BA.2 yang mulai mendominasi di banyak negara Eropa, Amerika Utara hingga negara Asia lain seperti Korea Selatan dan Hong Kong.

Pejabat kesehatan telah berulang kali mengatakan bahwa Omicron memicu gejala lebih ringan daripada versi virus Corona sebelumnya, jika sudah divaksinasi, termasuk booster.

Kritik WHO untuk Eropa
WHO juga belakangan mengkritik pelonggaran besar-besaran yang dilakukan sejumlah negara terkait pembatasan COVID-19. Menurut WHO, jumlah kasus Corona di Eropa masih meningkat di 18 dari total 53 negara Eropa.

Dr Hans Kluge, Direktur WHO untuk Eropa, mewaspadai situasi pandemi di Eropa, tetapi tetap optimistis.

“Negara-negara di mana kami melihat peningkatan tertentu adalah Inggris, Irlandia, Yunani, Siprus, Prancis, Italia, dan Jerman,” kata Kluge pada konferensi pers di Moldova.

“Negara-negara ini telah mencabut pembatasan secara tiba-tiba dari ‘terlalu banyak’ menjadi ‘tidak cukup aman’,” tambahnya.

Dalam tujuh hari terakhir, lebih dari 5,1 juta kasus baru dan 12.496 kematian telah dicatat di WHO Eropa. Tetapi Kluge mencatat bahwa ada tingkat kekebalan yang sangat tinggi terhadap virus karena tingkat vaksinasi dan infeksi sebelumnya.

“Kita harus hidup dengan COVID untuk beberapa waktu ke depan, tetapi itu tidak berarti kita tidak bisa lepas dari pandemi,” katanya.

WHO telah meminta pemerintah Eropa untuk terus melindungi warga rentan COVID-19 dan menyediakan akses ke obat antivirus baru untuk lebih banyak negara.

Disarikan oleh P.

SUMBER

Related posts

Jokowi Minta Vaksin Jangan Distok, Segera Kirim dan Habiskan!

Tim Kontributor

Kementerian Kesehatan RI Membuka Peluang Mau Beli Obat COVID-19 Oral Pfizer

Tim Kontributor

Pemkot Depok Siaga Hadapi Omicron

Tim Kontributor

Leave a Comment