Faktual.id
RAGAM INFO

20 Saksi Kebakaran Lapas Tangerang Diperiksa

Polda Metro Jaya mulai melakukan penyidikan kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Dua puluh orang saksi diperiksa hari ini.

“Hari ini ada 20 saksi. Baru saat ini diperiksa dari…baik penyelidikan ke penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/9/2021).

20 saksi tersebut dibagi dalam tiga klaster. Saksi-saksi itu mulai dari petugas lapas yang tengah berjaga saat peristiwa kebakaran maut itu terjadi.

“Kita jadwalkan ada 14 orang pegawai lapas untuk kami lakukan pemeriksaan, di mana 14 orang ini adalah yang bertugas,” jelas Yusri.

Saksi dari Petugas PLN dan Damkar

Selain 14 orang pegawai lapas, polisi juga memeriksa 6 orang saksi lainnya. Keenam orang itu merupakan anggota PLN dan pemadam kebakaran.

“Ada tiga orang saksi dari PLN yang kami periksa hari ini dan tiga orang pemadam kebakaran diperiksa,” jelas Yusri.

Pemeriksaan 20 orang saksi ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hari ini. Pemeriksaan digelar di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang ini terjadi hari Rabu (8/9) dini hari. Hingga hari ini total ada 46 narapidana yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Polisi kini tengah menyelidiki adanya pelanggaran pidana yang dilakukan dari peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Pasal-pasal yang kini tengah dikaji penyidik terkait kasus tersebut berkisar di Pasal 187 dan 188 KUHP hingga 359 KUHP tentang kelalaian.

Blok C2 Dijaga 1 Petugas

Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang merenggut 46 korban jiwa. Saat kebakaran terjadi, hanya ada 13 petugas yang berjaga di lapas yang dihuni 2.072 narapidana (napi) itu pada dini hari tersebut.

“Kalau secara keseluruhan, itu yang jaga 13 ya. Penghuninya ada 2.072, blok hunian ada 7, menara ada 7,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Apriyanti kepada detikcom, Kamis (10/9).

Kebakaran maut itu terjadi tepatnya di Blok C2. Blok C2 dihuni oleh 122 napi. Rika mengungkapkan, saat kebakaran melanda, blok yang dipenuhi ratusan napi itu hanya ada satu petugas lapas yang berjaga.

“Semuanya ada 13. Tapi yang di blok itu diatur secara bergantian yang di Blok C2 itu memang ada satu pada saat kejadian ya,” katanya.

Petugas Tak Seimbang

Rika menjelaskan, 13 petugas lapas memang digilir secara bergantian untuk menjaga tujuh blok yang ada. Dia pun mengakui jumlah personel yang ada memang tidak seimbang dengan kapasitas lapas yang berlebih.

“Jadi komandan jaga harus menerapkan strategi semuanya agar bisa dijaga. Nah, jadi di menara itu tentunya tidak bisa diisi semua, jadi coba kita coba isi 4 yang posisinya silang. Nah sisanya ada berapa? Kalau komandan jaga kan di tempat komandan jaga kan. Lima kan. Berarti ada sisa 8. Delapan inilah yang diatur oleh komandan jaga untuk melakukan penjagaan di masing-masing blok secara bergantian,” tutur Rika.

“Artinya, begitu besarnya pengelolaan pengawasan kami dengan jumlah seperti itu. Menara juga diisi, keliling luar lingkungan gitu,” imbuh dia.

Namun dia sekali lagi menegaskan tidak hanya satu petugas yang menjaga lapas kala kebakaran terjadi.

“Jadi bukannya hari waktu itu cuma ada satu. Di Blok C saja, di blok yang lain kan diisi semua. Menara juga diisi, keliling luar lingkungan gitu. Bergilir disebar termasuk juga shift naik ke menara pengawasan itu. Nah, memang jadi strategi yang dikerahkan kepada komandan jaga, bagaimana semuanya bisa terawasi secara baik gitu,” ungkap Rika.

SUMBER

Related posts

Ratusan Rumah Terendam Banjir Akibat Sungai Meluap di Binjai Sumatera Utara

Tim Kontributor

“Harga Sahamnya Melonjak, Pria Ini Langsung Jadi Orang Terkaya ke-12 di Indonesia”

Tim Kontributor

Dianggap Meninggalkan Budaya Betawi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melarang Penggunaan Ondel-Ondel Sebagai Sarana Untuk Mengamen Atau Mengemis Dan Meminta-Minta Uang

Tim Kontributor

Leave a Comment